(Sumber : Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

BEM Unsoed – Telah diselenggarakan Aksi Nasional Tolak Kenaikan BBM, yang merupakan bentuk respon dari mahasiswa beserta masyarakat terhadap kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, pada hari Kamis (15/9). Aksi Nasional Tolak Kenaikan BBM bertujuan untuk menyuarakan tanggapan akan kebijakan ugal-ugalan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM pada saat masyarakat sedang berjuang di masa transisi endemik Covid-19 sehingga keputusan yang diambil memberatkan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah yang memotong anggaran untuk BBM subsidi malah asyik dengan Proyek Strategis Nasional, proyek yang tidak berdampak langsung untuk kepentingan rakyat banyak.

Pada awalnya, aksi ini telah diwacanakan untuk dilangsungkan di depan Istana Negara. Namun, setelah mendapat blokade yang ketat dari kepolisian, aksi ini dilangsungkan di depan Patung Kuda Monumen Nasional sampai selesai. Aksi tersebut dihadiri oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia Rakyat Bangkit. Selain itu, massa aksi juga datang dari kalangan masyarakat. Di aksi tersebut, BEM Unsoed turut mengambil bagian yang diwakilkan oleh Alfan Maulana Akbar selaku Presiden BEM Unsoed 2022, Bagus Hadikusuma selaku Menteri Koordinator Politik Propaganda BEM Unsoed 2022, Safira Putri S. selaku Menteri Kementerian Aksi dan Propaganda BEM Unsoed 2022, M. Ade Rafly selaku Menteri Kementerian Analisis Isu Strategis BEM Unsoed 2022, Andy W. Pratama selaku Presiden BEM FIB Unsoed 2022, Dede Ridwan selaku Menteri Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEM FT Unsoed 2022, dan beberapa mahasiswa Unsoed lainnya dari BEM Unsoed maupun KBMU.

Presiden BEM Unsoed 2022 Alfan Maulana A. memberikan orasi di Aksi Nasional (Sumber : Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Secara keseluruhan, Aksi Nasional ini dimulai dengan datangnya massa aksi dari berbagai perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia di depan Perpustakaan Nasional pada pukul 11.33 WIB. Pada pukul 13.05 WIB, massa aksi melakukan long march ke arah Istana Negara. Namun, barisan terhenti di Patung Kuda kerena ada barikade dari kepolisian. Aksi lalu dilanjutkan dengan orasi dan juga penampilan lain, seperti pembacaan puisi oleh tiap perwakilan mahasiswa.

Situasi terpantau aman hingga pukul 14.46 WIB, di mana kondisi kedua belah pihak mulai memanas. Bentrok pun terjadi akibat massa aksi maju menerobos kawat berduri dan blokade jalan untuk bertemu dengan presidennya, Joko Widodo. Bentrok terus terjadi hingga pukul 15.06 WIB, di mana tenaga ahli staff kepresidenan selaku perwakilan dari presiden keluar. Namun, tetap saja perwakilan presiden tidak dapat berbuat apa-apa atas tuntutan massa aksi. Pada pukul 15.59 WIB, massa aksi mendapat represifitas yang keras dari kepolisian, sehingga beberapa orang mengalami luka-luka, kemudian dilarikan ke ambulans. Beberapa mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman juga ada yang mendapat luka ringan. Pada akhirnya, karena tidak mendapat tanggapan yang positif, perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap dan pada pukul 16.45 WIB massa aksi pun membubarkan diri. 

Aksi Nasional berakhir dengan tanggapan negatif dari pemerintah pusat dan represi dari kepolisian yang sama seperti biasanya, yaitu TUNTUTAN MAHASISWA DIABAIKAN. Hasil akhir dari aksi perjuangan untuk rakyat berujung nihil dan lagi-lagi Presiden Jokowi sama sekali abai.


Penulis : Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor : Shadine Azalia Viranda

Bagikan