Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER Edisi #3 : Stay safe Puerto Rico!

Posted: 23 Maret 2020
Comments: 0


Peta Kota Shishou. (Sumber : Google Maps)




Aku ingin begini, aku ingin begitu, aku ingin ini itu banyaakk sekaliiiiii~





Haesh… ya mbok ditahan dulu kepenginannya ya. Stay #DiKosanAja, apalagi Sabtu 21 Maret kemarin Bupati Banyumas, Pak Achmad Husein, lewat akun instagramnya telah memberitahukan kalau ada pasien sing positif Covid-19 di Purwokerto.





Weasli?Panik nyong panik!





Justru aja panik lur! Pak Bupati menghimbau agar masyarakat tetap tenang. Mending sekarang  kita pinjem “pintu kemana saja”-nya Doraemon nggo dolan ke Purwokerto versi China, yaitu kota Shishou.





Purwokerto versi China? Maksude priwe?





Jarak kota Shishou dengan pusat pandemi di Wuhan yang kurang lebih 300 km, hampir sama karo jarak Purwokerto ke Jakarta. Selain itu, jumlah penduduk di kota Shishou juga tidak terlalu jauh dengan jumlah penduduk di Purwokerto, sekitar 500 ribu jiwa.





Kita bisa belajar dari kota Shishou, tindakan apa aja yang dilakukan selama terjadinya pandemi Covid-19 ini. Pertama, pemerintah Shishou melakukan langkah cepat dengan melacak dan mengetes penduduk guna mendeteksi kasus baru. Selanjutnya penduduk kota Shishou melakukan isolasi untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Hasilnya, penyebaran virus corona di China menurun drastis dan udah nggak ada kasus baru lagi loh! Bahkan per 13 Maret 2020 kemarin, pemerintah kota Shishou udah ngebolehin warganya buat balik melakukan aktivitas biasa.





Tuh mbok, #DiKosanAja makannya. 😎





Wah mantap, jadi kita harus belajar dari mereka ya?





Betul! Jadi seperti himbauan dari Pak Bupati, kita harus tetap tenang, aja panik, jaga kesehatan, pantau terus informasi mengenai Covid-19 dan tolooong banget kiyeaja mingendi-ngendi disit lur!





Stay safe Puerto Ricoku!










Image result for logo whatsapp




Halo? 14045?





Heh deneng telepon 14045? Kan di Purwokerto nggak ada 🙂





Hehehe oiya maap. Aku arep takon masalah Covid-19 nih, harus hubungin kemana ya?





Nih tak kasih tau. World Health Organization (WHO) sekarang punya chatbot di Whatsapp  yang siap ngasih info valid terkait Covid-19. Kamu bisa save nomor WhatsAppnya di  +41 79 893 18 92.





Oh iya, Kementrian Kominfo RI juga gak kalah canggih sama WHO. Kita punya pusat informasi via chatbot WhatsApp di nomor +62 811-3339-9000.





Chatbot COVID-19 GO.ID di WhatsApp.




Segera tambah ke kontak handphone kamu ya! Keduanya menyediakan informasi dan panduan terkini terkait Covid-19 sing bisa diakses dari kosanmu.





Tenang, jelas dibales kok gak cuma diread doang kayak chatmu ke doi…..





Suwun lur! Tapi kan itu internasional dan nasional, buat di Jawa Tengah sendiriana ora?  





Ada juga dong! Untuk informasi mengenai Covid-19 di wilayah Jawa Tengah dapat diakses melalui corona.jatengprov.go.idDisana tersedia monitoring data, peta sebaran, juga layanan hotline cepat tanggap.





Mantap. NekUnsoed ada juga ngga? Hehehe.





Udah tak kasih punya WHO, punya Kominfo, punya Pemprov Jateng, masih minta punya Unsoed juga? Tapi tenang, pasti ada dong! Kamu bisa akses info lengkapnya lewat bantuan.bem.unsoed.ac.id. 





Selain itu, Unsoed juga punya Surveilans Civitas Akademika yang nantinya akan jadi database kampus kita untuk mendeteksi penyabaran Covid-19, koe wis ngisi urung? Nih linknya : https://link.bem-unsoed.com/surveilanscovid





Kudu banget ngisi ya, siki loh!










Warga di Banyumas yang produksi ciunya dilirik Bupati Banyumas untuk bahan membuat hand sanitizer, Jumat (20/3/2020).
Proses produksi ciu yang diupayakan oleh Bupati Banyumas sebagai hand sanitizer. (Sumber : detikcom)




Ora Ciu Ora Uwu : Bupati Banyumas Ubah Ciu Jadi Hand Sanitizer!





Bupati kita Batman ya? Canggih temen





Bupati Banyumas masih Pak Achmad Husein kok, belum ganti jadi Achmad Bruce Wayne. Tapi kemarin beliau dibantu Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pustpitek) untuk berupaya menaikkan kadar alkohol dalam ciu menjadi 70 – 90 persen agar dapat diubah menjadi hand sanitizer.





Ciu ini ciu yang minuman keras? Apa ora mabu’?  





Iya bener. Ciu yang merupakan minuman keras tradisional ini, diproduksi oleh warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon. Mesti ora mabu’ dong, kan wis diolah karo bahan lain kayak gliserin buat penghalus dan hidrogen peroksida sebagai antiseptik. Lagian hand sanitizer kuwe buat bersihin tangan ya, bukan buat dimasukin plastik es terus disedot!





Ehehe siaplah, kapan nih bisa digunainnya kapten?





Kata Pak Bupati pada Kamis 19 Maret lalu, hand sanitizer ciu ini sedang dalam proses produksi dan akan dikemas dalam botol-botol kecil, yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat secara gratis untuk menanggulangi kelangkaan hand sanitizer di pasaran. Jadi dienteni bae ya, lur!





FYI : BETTER Edisi #3 seluruhnya ditulis #DiKosanAja :)




Penulis : Ardi Eka














BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin dan Kamis biar kamu update informasi selalu!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.