Category: Press Release

Diskusi Publik "Refleksi Hari Tani Nasional : Subur dan Makmur di Negeri Agraris yang Mulai Terkikis"

Posted: 28 September 2021
Comments: 0


(Sumber : Kementerian Analisis Isu Strategis)




BEM Unsoed – Telah dilaksanakan diksusi daring yang diadakan oleh Kementerian Analisis Isu Strategis pada Rabu, 22 September 2021 dengan tema “Refleksi Hari Tani Nasional: Subur dan Makmur Di Negeri Agraris Yang Mulai Terkikis” melalui online Zoom Meeting.





Diskusi ini menghadirkan pembicara Dr. Rer. Agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M. Sc. Agr selaku Dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Niki selaku tokoh petani Black Farm, Ahmad Hamdani selaku tokoh dari Sajogyo Institut, dan Arif Z. Siregar selaku tokoh mahasiswa dari Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI), dan dimoderatori oleh Radya Calvin selaku staff Kementrian Analisis Isu Strategis BEM Unsoed 2021.





Acara dimulai pada pukul 19.30  WIB yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang diawali oleh Pak Djeimy terkait bagaimana kondisi pertanian di Indonesia yang mana terdapat penurunan pada Global Workforce employed in agriculture dari tahun 2000-2019. Lalu dijelaskan juga terkait posisi negara Indonesia yang masuk ke dalam 4 besar negara penghasil beras terbesar tetapi kita masih melakukan impor beras. Hal ini disebabkan karena konsumsi bahan pangan pokok beras yang tinggi sehingga tidak mencukupi kebutuhan para rakyat Indonesia.





(Sumber : Kementerian Analisis Isu Strategis)




Materi dilanjutkan oleh Niki yaitu perwakilan petani blackfarm dengan membawa materi terkait permasalahan yang dihadapi oleh para petani. Permasalah yang pertamana adalah negara Indonesia belum berdaulat lahan dan buth reforma agraria yang kuat dan kebijakan pemerintah yang memihak para petani, permasalahan kedua terakit masalah infrastruktur pada pertanian yang sampai saat ini-pun masih memicu konlik. Permasalah yang ketiga terkait impor beras, hal ini sangat berpengaruh bagi para petani bahkan meskipun baru hanya rencana impor dan membuat harga gabar turun di pasaran.





Materi ketiga dijelaskan oleh Ahmad Hamdani selaku anggota dari Sajogyo Insttut terkait reforma agraria yaitu penguasaan lahan pertanian yang hanya dikuasai oleh segelintir orang dan ini sangat bertolang belakang sekali dengan reforma agraria yang seharusnya tanah dibagikan kepada para petani yang tidak emiliki lahan atau memiliki lahan tapi hanya sedikit. Kemudian juga dijelaskan mengenai bantuan terkait dana kepada petani masih sulit untuk didapatkan, dan permasalah food estate yang merusak keberagaman bahan pokok pangan di Indonesia.





(Sumber : Kementerian Analisis Isu Strategis)




Materi terakhir disampaikan oleh Arif Z. Siregar sebagai perwakilan mashasiswa dengan memaparkan materi diskusi hasil penelitian IBEMPI terhadap permasalahan petani Indonesia secara langsung terjun ke lapangan yang mana hasil itu diniatkan akan dikirimkan kepada  menteri pertanian dan melakukan advokasi dan menjelaskan mengenai hasil peneltian masalah pertania yang ada di Indonesia. IBEMPI juga menyikapi dan mengatasi masalah pertanian dengan mengeluarkan beberapa tuntutan antara lain adalah pemerintah harus menyelesaikan permasalahan pertanian dari hulu hingga hilir sesuai janji-janji presiden untuk pertanian Indonesia, memastikan kebijakan pertanian merata bagi petani di seluruh Indonesia serta penegasan terhdapa transparansi setiap kebijakn harus pro terhadap petani, Meningkatkan kesejahteraan petani dari subsidi pupuk yang tepat saran dan segala stimulus kebijakan lainnya, serta menyelesaikan konflik agraria di Indonesia dan menjaga lahan pertanian di Indonesia.





Diskusi ini dimaksudkan untuk memperingati Hari Tani Nasional pada tanggal 24 September dengan tujuan untuk membahas permasalahan pertanian yang ada di Indonesia terkait ekspor impor beras dan juga menuntut reforma agraria sejati dan kebijakan pemerintah yang memihak kepada para petani, yang mana petani butuh kesejahteraannya dijamin sebagai pekerja yang memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyat Indonesia.





Link Notulensi : https://bit.ly/NotulensiDispubHariTani










Penulis : Kementerian Analisis Isu Strategis


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.