BEM Unsoed – Pada Senin (29/4) pukul 12.30-16.00 di Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) telah berlangsung Aksi Unsoed Problematik: Turunkan UKT Unsoed atau Rektor yang Turun. Aksi ini dihadiri oleh Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) dan Aliansi Soedirman Melawan untuk menuntut pihak rektorat yang sudah berjanji akan menyampaikan keputusannya terkait persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT).


Aksi ini diawali dengan berkumpulnya massa di parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Graha Adhyaksa Fakultas Hukum (FH) Unsoed pukul 13.10 WIB, kemudian beramai-ramai jalan menuju Gedung Rektorat dengan menggaungkan yel-yel sambil membawa banner bertuliskan kritikan terhadap rektor Unsoed. Setelah sampai di depan Gedung Rektorat, koordinator dan massa aksi mulai melakukan orasi dan meminta pihak rektor untuk turun menemui massa. Namun, pihak rektor tidak menanggapi seruan massa hingga pada pukul 13.44 massa membuat border dan mencoba untuk menerobos masuk ke dalam Gedung Rektorat. Mahasiswa mendapatkan tindak represif dari pihak keamanan kampus sehingga pihak rektorat memanggil aparat kepolisian untuk menghalangi massa masuk ke dalam Gedung Rektorat. Aparat kepolisian datang dan memasuki gedung, tetapi dengan seruan aksi massa dan semangat yang membara massa berhasil masuk dan menduduki Gedung Rektorat. Pada pukul 14.40 WIB, diumumkan melalui akun Instagram resmi Unsoed bahwa rektor mencabut Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2024 tentang Biaya Pendidikan Mahasiswa. Namun, belum ada pengganti kebijakan yang jelas saat itu juga. Kekecewaan masih didapati KBMU karena rektor belum dapat turun secara langsung untuk memberikan kepastian terkait tuntutan-tuntutan yang diserukan dan pihak kampus yang kurang tanggap dalam mengatasi persoalan terkait UKT.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Neli Dwi Sahputri