BEM Unsoed — Telah dilaksanakan salah satu program kerja Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2025, yaitu penyampaian aksi pada hari Kamis (24/07) pukul 13.30—18.00 WIB di depan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap kemunduran demokrasi dan perampasan kedaulatan rakyat yang semakin nyata. Aksi ini diselenggarakan oleh aliansi BEM Banyumas Raya bersama berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil. Aksi ini juga menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHAP), militerisme, penulisan sejarah yang manipulatif, janji kosong pemerintah terkait lapangan kerja, ketidakadilan dalam kasus Tom Lembong, hingga represi aparat dan penangkapan aktivis dalam aksi May Day. Aksi dilakukan dalam bentuk mimbar bebas dan pembacaan pernyataan sikap sebagai simbol keberanian rakyat melawan kegelapan.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Aksi dibuka dengan menyanyikan lagu perjuangan. Dilanjut dengan mimbar bebas oleh perwakilan mahasiswa disertai dengan pembentangan banner perlawanan. Lalu, disampaikannya orasi-orasi tematik terkait isu demokrasi, hukum, militerisme, sejarah, hingga lingkungan beserta aksi teatrikal. Diakhiri dengan pembacaan puisi perlawanan dan Pernyataan Sikap Bersama. Aksi ini diikuti oleh Aliansi BEM Banyumas Raya, mahasiswa dari berbagai kampus di Banyumas, dan masyarakat umum dengan solidaritas tinggi.

Aksi berjalan secara tertib, damai, dan penuh semangat perlawanan. Peserta menggunakan pakaian hitam putih dan almamater kampus dengan membawa spanduk, poster, serta selebaran sebagai medium penyampaian kritik.


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Aura Iklasia Pasha R