BEM Unsoed – Telah berlangsung salah satu program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2025, yaitu Sekolah Politik Pergerakan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua hari, hari pertama pada Sabtu (18/10) pukul 09.00–15.30 WIB di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Hari kedua pada Minggu (19/10) pukul 08.00–12.30 WIB di Ruang Kuliah B, Gedung Farmasi lantai tiga dan di depan Gerbang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sekolah Politik Pergerakan merupakan kegiatan pelatihan untuk mengedukasi mahasiswa mengenai materi strategi pergerakan dan pemahaman mengenai teori politik. Selain itu, melatih keterampilan praktis dalam mengorganisir massa guna membentuk kader revolusioner yang berani melawan stagnasi dan membawa perubahan.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Rangkaian kegiatan Sekolah Politik Pergerakan cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, peserta dibagi menjadi lima kelompok dan melakukan Forum Group Discussion (FGD) sebanyak dua kali sebelum sekolah. Pembekalan ini diharapkan membuat peserta lebih siap menerima materi saat sekolah.

Pada hari pertama terdapat tiga sesi pemberian materi. Materi pertama mengenai “Sejarah Pergerakan dan Merawat Ingat 1998” yang diberikan oleh Erwin Abdillah, seorang jurnalis. Materi kedua disampaikan oleh R. J. Chandrajaya dari Lembaga Badan Hukum Yogyakarta yang membawakan materi mengenai “Advokasi Hukum dan Mitigasi Aksi”. Kegiatan dilanjutkan dengan beradu argumen pada studi kasus yang sudah disiapkan panitia. Pemberian materi dilanjutkan oleh Alfian Ikhsan, S.Pd., M.Sos., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang membawakan materi “Analisis Sosial”. Pada materi ini, peserta mempresentasikan hasil analisis sosial yang sudah dilakukan pada FGD prasekolah dengan isu yang sudah ditentukan.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Hari kedua dilanjutkan dengan pemberian materi “Strategi dan Taktik Gerakan” oleh Balqis Zakiyyah Qonita, S.H., seorang aktivis dari Non-Gonvernment Organization Southeast Asia Freedom of Expression Network (NGO SAFENet). Setelah mendapatkan semua materi, peserta melakukan praktik lapangan berupa simulasi lengkap aksi. Kegiatan ditutup dengan memberikan apresiasi kepada peserta terbaik, yaitu Mizar Hilman Prayudha dari Fakultas Hukum (FH) angkatan 2025.

Rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dari FGD prasekolah hingga sekolah. Sekolah Politik Pergerakan mendapat pesan dan kesan positif dari peserta.


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Kellia Dyvia Ameera