BEM Unsoed – Telah dilaksanakan program kerja dari Kementerian Analisis Isu Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Anstrat BEM Unsoed) 2024, yaitu Kelas Kajian 2024 pada Sabtu (28/09) di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed. Kelas kajian merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk diskusi interaktif sebagai sarana edukasi dan pencerdasan bagi mahasiswa dalam kajian bidang sosial politik. Program kerja ini bertujuan untuk menumbuhkan pribadi yang memiliki sifat kemanusiaan, membiasakan menjadi pribadi yang mengedepankan keilmiahan, rasionalitas, dan kehati-hatian, serta menjadikan menulis sebagai upaya untuk mencatat dan merawat ingat segala peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mendorong partisipasi aktif peserta untuk berkontribusi dalam menyikapi sebuah isu yang terjadi di lingkungannya.
Acara ini bertemakan “Catatan Strategis Merawat Ingat Perjalanan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia” harapannya dengan dibawakannya tema tersebut serta diberikannya contoh peristiwa terkait HAM yang pernah terjadi di Indonesia peserta bisa lebih sadar akan pentingnya mengetahui hak-hak dasar kita sebagai manusia dan tahu arti pentingnya HAM di sebuah kehidupan.
Selain HAM, acara ini membawakan sub tema tentang kepenulisan. Harapannya dengan peserta diberikan bekal ilmu kepenulisan mereka bisa menjadi pencatat sejarah karena menurut Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”. Maka dari itu, Kelas Kajian 2024 hadir untuk merawat ingat segala bentuk peristiwa yang pernah terjadi di sekitar sebagai bentuk dari menolak lupa kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi.

Acara ini diselenggarakan untuk menanggapi situasi Indonesia saat ini yang telah menghadapi berbagai permasalahan yang serius, peristiwa tidak menyenangkan banyak terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Situasi ini tidak muncul begitu saja, ada kontribusi besar dari kebijakan pemerintah yang sering kali menjadi penyebab penderitaan rakyat. Akan tetapi, hingga kini pihak berwenang tampak enggan untuk menyelesaikan masalah yang mereka ciptakan, mereka justru lebih memilih untuk memperkaya diri dan keluarga daripada mengurus kepentingan masyarakat. Keengganan pemerintah ini memicu berbagai reaksi, terutama dari kalangan mahasiswa. Sebagai agent of change dan kaum intelektual, mahasiswa tidak tinggal diam. Dengan situasi yang terus berubah, energi mahasiswa semakin terakumulasi, memuncak dalam demonstrasi masif yang berlangsung beberapa pekan lalu di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Aksi ini menjadi ungkapan rasa frustrasi masyarakat Indonesia terhadap ketidakmampuan pemerintah dalam mengurus rakyat.
Untuk mendukung pergerakan ini, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu yang sedang berkembang. Diharapkan, aksi mereka tidak hanya mengandalkan kuantitas, tetapi juga kualitas yang didasari oleh pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, hadirnya kelas kajian sangat penting sebagai wadah bagi calon penerus bangsa, guna memperdalam pengetahuan tentang isu sosial dan politik. Dengan demikian, mereka dapat mengambil sikap yang tepat berdasarkan data, fakta, dan keilmuan yang memadai dalam menghadapi tantangan yang ada di masyarakat.
Kelas kajian diselenggarakan dengan tujuan untuk mencerdaskan peserta, membentuk manusia yang humanis, mewujudkan pribadi yang lebih berani dan mau melakukan perubahan, menciptakan individu yang bisa berpikir kritis, kreatif, dan evalutif, serta membangin pribadi yang yang mengedepankan rasionalitas, keilmiahan dan kehati-hatian. Acara ini melibatkan seluruh mahasiswa Unsoed serta perguruan tinggi lainnya di Purwokerto. Rangkaian acara ini dimulai dengan seminar pertama yang membahas “Kerangka Berpikir dan Kajian” oleh Bapak Muhammad Ikhsan Lubis, M.H., diikuti oleh sesi tanya jawab untuk peserta. Kemudian seminar kedua membahas tentang “Perjalanan HAM di Indonesia” oleh Bapak Manunggal Kusuma Wardaya, S.H.,LL.M.,Ph.D. dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bagi peserta. Selanjutnya peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyusun mind mapping mengenai HAM, sebagai implementasi dari materi yang telah dijelaskan dalam seminar pertama dan kedua. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi mereka yang akan di-review oleh pembicara 2. Peserta yang berani mempresentasikan hasil kelompok akan diberikan reward pada akhir acara. Acara ini berjalan dengan lancar dan interaktif, para pembicara datang tepat waktu dan materi yang diberikan sangat menarik sehingga memicu para peserta untuk aktif bertanya. Terakhir ditutup dengan pemberian reward kepada peserta dengan kategori teraktif dan kelompok terbaik.
Penulis : Kementerian Analisis Isu Strategis
Editor : Khazimatul Karimah