Weekly Report #25

12 September 2026 • Oleh Media Kreatif dan Aplikatif • 6 menit baca

Halo, Sobat Gensoed!

Akhir-akhir ini Indonesia sering dilanda bencana yang membuat Mimin selalu elus dada, Sob. Jujur sedih banget melihat situasi dan kondisi tanah air kita saat ini. Nah, agar Sobat semakin peka terhadap apa yang terjadi saat ini, Mimin sudah siapkan tiga berita paling disoroti dalam sepekan ini.

Yuk, kita simak beritanya satu-persatu!


Darurat! Empat Gunung Api di Indonesia Erupsi Secara Bersamaan

(Sumber: antaranews.com)

Indonesia sedang diguncang oleh peningkatan aktivitas vulkanik di beberapa kawasan gunung api. Pada hari Minggu (06/09) pukul 09.00 WIB, empat gunung api di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi secara bersamaan. Keempatnya tersebar di wilayah berbeda, yaitu Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur.

Astaga! Apa penyebab empat gunung tersebut mengalami erupsi di hari yang sama, Min?

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan bahwa erupsi bersamaan tersebut berkaitan dengan dinamika tektonik global di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Akan tetapi, erupsi satu gunung tidak memicu erupsi gunung lainnya. Keempat gunung memiliki sistem vulkanik masing-masing dengan tekanan magma yang berbeda.

Lalu, apakah dampak erupsinya sama semua?

Tidak, Sob. Karakter setiap erupsi berbeda sehingga sebaran abunya pun tidak sama. Anak Krakatau memiliki sebaran paling luas karena abu terbawa angin hingga sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa. Sementara itu, sebaran abu di ketiga gunung lainnya cenderung lebih terbatas. Jangkauan abu dipengaruhi oleh kekuatan tekanan gas, magma, gaya apung panas, dan kandungan silika. Semakin kuat erupsi, semakin jauh juga material vulkanik yang dapat terbawa oleh angin.

Kira-kira bagaimana status dan kondisi terkini gunung api yang mengalami erupsi, Min?

Kondisi paling parah terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda karena per (11/09) statusnya masih Level III (Siaga) dan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas. Sedangkan di Gunung Ibu Maluku Utara, masih berstatus Level II (Waspada) hingga (07/09). Gunung Ili Lewotolok di NTT berstatus Level III (Siaga) dan masih mengalami erupsi berulang. Bergeser ke Jawa Timur di Gunung Semeru juga masih berstatus Level III (Siaga) hingga (07/09).

Mari kita doakan bersama, semoga erupsi di setiap sudut Indonesia segera mereda dan jangan lupa tetap waspada dimanapun Sobat berada!


Buntut Keracunan MBG Berulang di Jateng, Apakah Masyarakat Punya Hak untuk Menolak MBG?

(Sumber: regional.kompas.com)

Deretan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah memicu keresahan mendalam bagi orang tua, Sob! Hanya dalam sepekan, sebanyak 1.415 siswa di Jawa Tengah mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi MBG. Kasus ini tersebar di beberapa daerah, menambah daftar panjang evaluasi standar higienitas dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Aduh, bahaya kalau dibiarkan, kenapa tidak diberhentikan saja?

Kewenangan untuk memberikan sanksi terhadap SPPG ternyata berada di pemerintah pusat, Sob! Hal ini dijelaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen pada hari Rabu (09/09) bahwa satgas hanya berfungsi untuk melaporkan. Laporan tersebut mencakup kelayakan, tingkat kebersihan, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan lain sebagainya. Sementara pemberian sanksi diputuskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Tidak cukup jika hanya menunggu evaluasi, gelombang kekhawatiran orang tua kini berujung pada penolakan masyarakat terhadap program MBG di Jawa Tengah. Menyikapi hal tersebut, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Jawa Tengah, Siti Farida membuka suara bahwa masyarakat memiliki hak untuk menolak. Farida juga menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas karena program MBG tidak cukup jika hanya memenuhi kebutuhan gizi saja, tetapi juga harus menjamin keamanan pangan serta kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

Kalau sudah begini, pasti berdampak kepada siswa lain, ya, Min?

Betul, Sobat! Buntut dari kasus ini kini memicu trauma terhadap peserta didik penerima MBG. Banyak dari mereka, baik siswa maupun orang tua yang memilih untuk membawa bekal sendiri daripada harus mengonsumsi MBG. Baru-baru ini, guru di sejumlah sekolah juga buka suara soal penyaluran MBG yang mengganggu jam sekolah sebab adanya jam maksimal konsumsi. Tidak sampai di situ saja, kini di sejumlah daerah, mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah kompak menolak MBG dan memulai gerakan membawa bekal dari rumah.

Semoga kasus ini segera diusut tuntas, ya, Sob. Makanan bergizi tidak seharusnya membuat tubuh generasi muda merugi.


Setengah Hati Tangani Plagiarisme: Usut Klarifikasi Medkom BEM UNP terkait Dugaan Logo Jiplakan

(Sumber: Instagram @mantapfunny)

Sudah tahu belum? Beberapa waktu lalu, dugaan plagiarisme aset visual menyeruak di ranah organisasi mahasiswa antarperguruan tinggi. Dilansir dari postingan akun Instagram @mantapfunny pada hari Rabu (12/08), yakni menduga adanya plagiasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM KM UNP) terhadap aset visual milik Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) 2024.

Aset apa saja yang diplagiat, Min?

Berdasarkan berita yang beredar, ada beberapa aset visual yang diduga jiplakan. Mulai dari logo kabinet BEM Unsoed 2024, logo Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM Unsoed 2024, logo Kementerian Riset dan Data BEM Unsoed 2024, logo Kementerian Jaringan dan Kerjasama BEM Unsoed 2025, hingga logo kabinet BEM Fakultas Teknik (FT) Unsoed 2026. Bahkan, penggunaan nama kabinet “Bahtera Karsa” dengan warna unggulan biru, oranye, dan merah juga menjadi sorotan publik, Sob!

Kok, plek-ketiplek banget, sih?

Setelah ramai menjadi bahan perbincangan, satu per satu dugaan plagiasi terus muncul menyusul ke permukaan sehingga memicu kemarahan publik, terutama bagi pemilik aset visual yang dirugikan. Sadar telah memicu keributan, Instagram BEM KM UNP @bemkmunp kemudian menghapus postingan, sorotan, dan media lain yang memuat aset visual tersebut.

Lama membungkam diri, akhirnya muncul postingan pernyataan sikap pada hari Senin (31/08) yang diunggah melalui akun Instagram @kominfo.bemkmunp. Melalui postingan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BEM KM UNP menjelaskan proses pembuatan aset visual yang diduga menjiplak. Tanpa ada niat untuk menjiplak, Kominfo BEM KM UNP hanya mengakui adanya kelalaian terhadap proses pengecekan ulang hasil aset. Selain itu, pernyataan tersebut juga menjelaskan adanya itikad baik untuk menghubungi pihak yang dirugikan sebagai bentuk tanggung jawab, walaupun mereka sadar menghubungi saja tidak cukup. Pada akhirnya, pernyataan ini belum dapat menyelesaikan masalah dugaan jiplakan sejak awal. Di sisi lain pula, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi secara terbuka dari akun utama BEM KM UNP.

Jadi, yang bertanggung jawab siapa, dong?

Masih berhubungan dengan Kominfo BEM KM UNP, pada hari Selasa (01/09) memberikan pernyataan kepada BEM Unsoed melalui Direct Message (DM) Instagram. Kali ini, Kominfo yang bertanggung jawab atas pembuatan aset visual mengakui bahwa mengambil beberapa logo BEM Unsoed 2024 sebagai referensi untuk kemudian dibuat sketsa dan warna ulang, Sob! Sementara, nama kabinet dirumuskan dari hasil diskusi internal pimpinan BEM KM UNP.

Untuk menindaklanjuti persoalan ini, BEM Unsoed mengajukan tuntutan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kerugian yang ditimbulkan, antara lain:

  1. Klarifikasi dan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram utama BEM KM UNP dalam bentuk postingan yang ditujukan kepada BEM Unsoed dan BEM FT Unsoed;
  2. Mengunggah warna dan logo baru di Instagram utama BEM KM UNP, apabila belum dipenuhi maka logo sebelumnya tidak diperkenankan untuk digunakan/dicantumkan dalam bentuk apapun;
  3. Kedua postingan tersebut dapat diunggah selambat-lambatnya pada hari Jumat (04/09).

Merespon tuntutan tersebut, Kominfo justru tidak bisa menjanjikan untuk memenuhi tuntutannya karena menurut pihak mereka, seluruh kesalahan berada di Kominfo bukan keseluruhan BEM KM UNP. Biar begitu, Kominfo menjelaskan akan mencoba menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinan BEM KM UNP. Namun sayangnya, hingga hari Minggu (13/09) pihak BEM KM UNP masih belum ada itikad baik untuk bertanggung jawab.


Penulis: Hafshoh Sirin dan Maya Widya Hapsari

PENULIS / KONTRIBUTOR

Media Kreatif dan Aplikatif

Diterbitkan pada 12 September 2026