Halo Sobat Gensoed! Bagaimana, nih, kabar kalian di pertengahan November ini? Sudah mulai merasakan dinginnya musim penghujan atau malah sibuk dengan persiapan akhir tahun nanti? Rasanya baru kemarin kita mulai semester ini, sekarang sudah hampir di penghujung tahun, ya, Sobat. Jangan lupa tetap jaga kesehatan dan tetap produktif di tengah rutinitas perkuliahan yang padat, ya!
Nah, Mimin balik lagi dengan Weekly Report #33 yang super fresh dan penuh update menarik. Tentunya berita kali ini tetap setia menemani waktu ngopi Sobat, loh. Yuk, intip berita-berita terbaru yang lagi viral dan wajib kamu tahu! Jangan sampai ketinggalan, ya! Cmiwww_
Tingginya Curah Hujan di Purwokerto Sebabkan Banjir di Beberapa Titik Daerah

(Sumber: rri.co.id)
Haduh, Purwokerto diguyur banjir terus, nih!
Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Banyumas menyebabkan banjir di sejumlah lokasi pada hari Selasa (11/11) mulai sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sedikitnya ada 7 titik banjir di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. Laporan banjir paling berasal dari wilayah Purwokerto Timur, Kembaran, Karanglewas, Kedungbanteng, dan Purwokerto Barat.
Terutama pada wilayah Kecamatan Purwokerto Barat, tepatnya di Perumahan Griya Satria Mandalatama, intensitas banjir meluap sehingga warga sekitar harus mengungsi ke rumah saudara bahkan hotel, lho, Sobat. Sekretaris BPBD Banyumas, Andi Ristianto, menjelaskan air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 16.30 WIB dengan ketinggian air sekitar 50 cm.
Tidak hanya banjir, tetapi juga longsor, loh!
Selain banjir, BPBD Banyumas juga melaporkan adanya 24 kejadian tanah longsor. Salah satunya terjadi di Kecamatan Purwokerto Selatan hingga Kecamatan Gumelar. Semoga Sobat tetap siaga dan dalam kondisi yang baik, ya.
10 Tokoh Bangsa Terima Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo

(Sumber: blibraya.news)
Sobat tahu enggak, sih, apa yang baru saja dilakukan Presiden Prabowo di Istana Negara?
Minggu kemarin, Istana Negara menjadi saksi sejarah lagi! Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh legendaris yang telah berkontribusi besar untuk bangsa Indonesia. Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi pengingat bagi kita semua tentang nilai perjuangan dan dedikasi. Tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga menjadi pesan bagi generasi muda untuk terus melanjutkan semangat mereka. Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tanggal (06/11) 2025. Ini menunjukkan proses verifikasi yang ketat oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, sehingga penghargaan ini benar-benar layak diberikan.
Wah, lalu siapa saja tokoh-tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional itu, ya?
- K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam, dikenal sebagai Gus Dur yang memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme.
- Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan, sebagai Bapak Pembangunan dengan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) yang membawa kemajuan signifikan.
- Marsinah (Jawa Timur) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan, simbol keberanian moral dan hak asasi manusia.
- Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Hukum dan Politik, pencetus konsep negara kepulauan.
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam, pelopor pendidikan perempuan Islam.
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata, komandan dalam Perang Kemerdekaan.
- Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi, pembangun infrastruktur penting.
- Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Pendidikan Islam, penguat pendidikan pesantren dan gagasan “Hubbul Wathan Minal Iman”.
- Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Bersenjata, “Napoleon dari Batak” yang melawan kolonialisme.
- Zainal Abidin Syah (Maluku Utara) – Pahlawan dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi, mempertahankan kedaulatan Papua Barat.
Selanjutnya, bagaimana proses penganugerahan ini berlangsung?
Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, para ahli waris mewakili tokoh-tokoh tersebut untuk menerima gelar dan tanda penghormatan dari Presiden Prabowo. Kepala Negara menyerahkan piagam dan tanda kehormatan secara langsung, diikuti ucapan selamat dari Presiden serta tamu undangan.
Terdapat 72 ribu Kasus TBC di Jawa Tengah: Pemerintah Perkuat Kampanye dan Jaminan Penanganan Gratis

(Sumber: rri.co.id)
Pada hari Senin (09/11) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan telah menemukan 72.000 kasus tuberkulosis (TBC) dari target tahunan, yaitu 104.000 kasus. Artinya, masih ada sekitar 32.000 kasus yang belum terdeteksi dan berpotensi terus menular di masyarakat. Nah, untuk mengejar target tersebut, pemerintah menggiatkan kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala dan memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.
Bagaimana, sih, strategi penanggulangannya, Min?
Upaya penanggulangan diperkuat melalui strategi pelacakan kontak erat, yaitu setiap 10–14 orang di sekitar pasien TBC harus diperiksa. Selain itu, pemerintah turut menggerakkan kader kesehatan desa dan tenaga medis dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit akses layanan kesehatan, lho!
Wah, programnya menarik banget, kan, Sobat?
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tidak hanya sampai di situ saja, Sobat, tetapi juga mengalokasikan Rp1 miliar guna mendukung skrining dan pengobatan, termasuk menangani kasus TBC resisten obat yang membutuhkan perhatian khusus. Di sisi lain, pemerintah menekankan pentingnya edukasi publik untuk mengurangi stigma terhadap penderita. Dengan kombinasi skrining agresif, penguatan layanan kesehatan, dan edukasi sosial, Jawa Tengah optimis berupaya menekan angka penularan TBC. Hebat sekali bukan, Sobat? Jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan dan segera lakukan pemeriksaan apabila merasa kurang sehat, ya!!!
Penulis: Angely Puspita Sari dan Maya Widya Hapsari