Halo, Sobat Gensoed! Apa kabarnya seminggu ini? Jangan lupa istirahat, ya! Weekly Report kali ini hadir untuk menemani weekend teman-teman dengan berita yang enggak kalah menarik dengan minggu sebelumnya, lho!
Pecah! Momen Haru dan Bahagia di Wisuda ke-153 Universitas Jenderal Soedirman

Berapa total jumlah wisudawan yang mengikuti wisuda Unsoed ke-153, Min?
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda Doktor ke-24, Pascasarjana ke-85, Profesi ke-68, Sarjana Ke-153, dan Diploma Tiga ke-132. Acara ini dilaksanakan di Gedung Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed pada hari Selasa (15/06). Sebanyak 1.247 wisudawan mengikuti prosesi wisuda kali ini, terdiri dari 7 Doktor, 60 Magister, 184 Profesi, 776 Sarjana, dan 220 Ahli Madya. Dari jumlah tersebut, 162 wisudawan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.
Apa aja, sih pesan rektor yang ditujukan untuk wisudawan pada saat sambutan?
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN., Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan wujud nyata komitmen Unsoed dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia berpesan kepada para wisudawan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara. “Di era disrupsi saat ini, kalian dituntut untuk menjadi generasi yang adaptif dan mampu bersaing di kancah global,” ujar Rektor. “Jangan lupa untuk selalu mengedepankan akhlak mulia dan budi pekerti luhur dalam setiap tindakan kalian.”
Adakah penampilan dari wisudawan untuk memeriahkan wisuda ke-153 Unsoed?
Wisuda Unsoed ke-153 ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari para wisudawan, seperti paduan suara, tari, dan pembacaan puisi. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh haru, menandai berakhirnya masa studi bagi para wisudawan dan awal dari babak baru dalam kehidupan mereka.
Garuda Terbang Tinggi, Bungkam Lawan dengan Skor Menakjubkan!

Memang pertandingannya Indonesia melawan negara mana, nih, Min?
Pada Selasa (11/06) Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi saksi bisu perjuangan Timnas Indonesia dalam mengalahkan Filipina di laga pamungkas Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemenangan 2-0 ini mengantarkan Garuda lolos ke putaran ketiga, sebuah pencapaian membanggakan yang dinanti-nantikan sejak lama oleh para pecinta sepak bola Indonesia.
Memang, jalannya pertandingan tersebut gimana, sih, Min?
Pada babak pertama, pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling melancarkan serangan. Indonesia mendapatkan peluang emas di menit ke-20 melalui tendangan bebas Marc Klok, namun bola masih bisa ditepis kiper Filipina. Filipina tak mau kalah, mereka beberapa kali mengancam gawang Indonesia, namun kokohnya pertahanan Garuda membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum. Babak kedua pun tak kalah seru! Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir di menit ke-67 melalui tandukan kapten Rachmat Irianto memanfaatkan umpan silang Ricky Kambuaya. Kemenangan Indonesia semakin diperkuat di menit ke-83 melalui gol penentu dari Dimas Drajad yang memaksimalkan umpan silang Egy Maulana Vikri. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-0 untuk Indonesia tetap bertahan.
Seberapa pentingnya pencapaian ini bagi sepak bola Indonesia?
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Timnas Indonesia, karena ini adalah kali pertama Indonesia lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia sejak tahun 1998. Hasil ini juga menjadi bukti kerja keras dan kekompakan tim di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Adakan Seruan Aksi! Mahasiswa Menuntut Publikasi Peraturan Rektor Terkait Biaya Pendidikan Terbaru!

Ada apa lagi nih sobat Gensoed?
Pada Rabu (12/06) mahasiswa mengadakan aksi untuk menuntut publikasi peraturan rektor terkait biaya pendidikan terbaru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di depan Gedung Rektorat Unsoed. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran mahasiswa terhadap kurangnya transparansi terkait informasi publik dari pihak rektorat mengenai perubahan aturan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terbaru.
Apa saja sih yang para aksi lakukan pada aksi kali ini?
Para aksi membawa poster kritikan dan berorasi secara bergantian. Setelah para pimpinan rektorat keluar, massa aksi langsung menuntut dan meminta transparansi terkait biaya UKT dan IPI Unsoed untuk mahasiswa baru 2024.
Penulis: Anindya Zahra & Imam Malik Sudira
Comments are closed.