Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya menjelang UAS? Semoga bisa dikerjakan dengan baik dan lancar, ya. Weekly Report kembali hadir menemani akhir pekan Sobat, nih. Kira-kira ada berita fenomenal apa ya di minggu ini? Yuk, langsung simak saja!

Kerusakan Raja Ampat oleh Tambang Nikel: Presiden Prabowo Mencabut IUP-nya

(Sumber: mongabay.co.id)

Sang Berlian Indonesia, Raja Ampat, sedang ramai dibincangkan karena adanya keberadaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah tersebut. Tidak hanya satu perusahaan saja, tetapi ada lima perusahaan yang mengelola tambang nikel di wilayah Raja Ampat. Lima perusahaan tersebut adalah PT Kawei Sejahtera Mining, PT Mulia Raymond Perkasa, PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, dan PT Gag Nikel. Kelima perusahaan ini mendapatkan izin sejak sebelum tahun 2017, ketika Raja Ampat belum ditempatkan sebagai UNESCO Geopark pada tahun 2023.

Apakah adanya tambang nikel sangat berpengaruh, Min?

Benar sekali, Sobat! Meskipun lokasi penambangan tidak berada di zona inti perlindungan, tetapi kawasan tambang nikel masuk zona penyangga yang membentang dari Pulau Kawe dan Wayag hingga jalur migrasi satwa laut. Hal ini dapat merusak kekayaan alam Indonesia, termasuk 75 persen spesies terumbu karang, 1.400 jenis ikan karang, serta 700 jenis invertebrata moluska, lho. Bahkan, salah satu satwa endemik, yaitu burung cenderawasih botak (Cicinnurus respublica) akan terancam jika habitatnya diambil alih oleh tambang nikel.

Oh my god! Lalu, apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut, Min?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memverifikasi berita tersebut dengan turun ke lapangan bersama timnya lalu mengevaluasinya di rapat tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto. Keputusannya, Presiden Prabowo mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari keempat perusahaan kecuali PT Gag Nikel.

Kenapa hanya PT Gag Nikel yang dikecualikan?

Hal tersebut dikarenakan PT Gag Nikel adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2025 serta lokasi pertambangannya tidak berada di dalam kawasan Geopark Raja Ampat. Letaknya sekitar 42 km dari Pulau Piaynemo sebagai pusat kawasan wisata utama dan secara geografis lebih dekat ke Maluku Utara. Total luas konsesi yang diberikan kepada PT Gag Nikel mencapai 13.136 hektare. Dari jumlah tersebut, baru 260 hektare yang telah dibuka untuk tambang aktif. Adapun, lebih dari 130 hektare telah dipulihkan dan 54 hektare di antaranya dikembalikan kepada negara. Mari bersama-sama jaga kekayaan alam Indonesia dengan tetap mengikuti isu Raja Ampat ini ya, Sobat!


Wonosobo Night Fashion Carnival 2025: Gelaran Fashion Meriah dengan Peserta dari Lampung hingga Bali!

(Sumber: tribunbanyumas.com)

Pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2025, Wonosobo jadi terang benderang dan penuh warna! Ada Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2025 yang digelar megah di sekitar Alun-Alun Wonosobo. Acara ini bukan hanya soal fashion, melainkan juga ajang unjuk kekayaan budaya dari berbagai daerah di Nusantara.

Karnaval malam ini benar-benar luar biasa, nih Sobat!

Awalnya, WNFC dikenal sebagai parade lokal yang hanya diikuti komunitas setempat. Namun sekarang? Wah, lebih dari 200 peserta dari Lampung, Madura, Bali, Jember, hingga Banyuwangi ikut ambil bagian! Mereka tampil dalam balutan kostum spektakuler yang mengusung tema “Magnificent Heritage” dan dibagi jadi lima subtema keren, yakni Mystical, Cultural, Artifact, Ancient, serta Artistry Heritage.

Uniknya lagi, karnaval ini bukan hanya parade. Para peserta benar-benar menampilkan karya seni yang punya filosofi mendalam. Rutenya pun strategis, dimulai dari Gedung Dinas Arpusda, menyusuri jalan utama kota, hingga kembali ke titik awal. Sepanjang jalan, penonton disuguhkan atraksi visual yang bikin mata enggak bisa berkedip.

WNFC tahun ini mulai dilirik secara nasional dan digadang-gadang siap melangkah ke level internasional, lho!

Bukan hanya hiburan, acara ini juga membuka peluang besar buat para pelaku kreatif juga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Anak muda Wonosobo ikut terlibat langsung di balik panggung, mulai dari tim kreatif, dokumentasi, sampai produksi kostum.

Jadi, selain seru-seruan, WNFC juga jadi ruang belajar dan kolaborasi lintas daerah yang inspiratif. Wah, keren ya, Sobat!


Selamat! Universitas Jenderal Soedirman Meluluskan 1.332 Lulusan di Wisuda ke-157

(Sumber: jateng.antaranews.com)

Wah, ada ramai-ramai apa sih, Sobat?

Pada hari Selasa tanggal 10 Juni lalu, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode ke-157. Acara ini berlangsung khidmat di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Purwokerto. Momen ini menjadi tonggak penting bagi ribuan mahasiswa yang resmi menyandang gelar akademik setelah menyelesaikan studi mereka.

Wisuda ini luluskan berapa banyak wisudawan, Min?

Pada periode ini, Unsoed meluluskan sebanyak 1.332 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari lulusan Doktor (S-3), Magister (S-2), Profesi, Sarjana (S-1), dan Ahli Madya (D-3). Dari wisudawan dan wisudawati tersebut, sebanyak 834 lulusan dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, lho!

Wisuda dari fakultas apa saja tuh, Min?

Wisudawan pada periode ini berasal dari berbagai fakultas di Unsoed, antara lain: Fakultas Pertanian sebanyak 122 orang, Fakultas Biologi sebanyak 19 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 293 orang, Fakultas Peternakan sebanyak 95 orang, Fakultas Hukum sebanyak 130 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 113 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 31 orang, Fakultas Teknik sebanyak 79 orang, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan sebanyak 165 orang, Fakultas Ilmu Budaya sebanyak 98 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 46 orang, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebanyak 41 orang.


Penulis: Ariel Al Farizi & Kellia Dyvia Ameera