Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya? Tidak terasa kita sudah memasuki bulan September, ya. Yuk, bangun semangat untuk menjalani hari-hari di bulan ini! Supaya semangat, Weekly Report kembali hadir menemani akhir pekan Sobat, nih. Langsung saja kita simak bersama~


Kericuhan di Kampus Unpas dan Unisba: Begini Respons Rektor, Aparat, hingga Gubernur

(Sumber: detik.com)

Terjadi kericuhan di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada Senin (01/09) malam. Aksi yang awalnya berupa demonstrasi mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat (DPRD Jabar) berakhir ricuh setelah aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri) mengurai kerumunan massa sekitar pukul 19.00 WIB.

Situasi semakin memanas ketika aparat melakukan penyisiran hingga ke kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas). Di lokasi tersebut sempat terjadi gesekan dengan massa disertai tembakan gas air mata.

Bagaimana respons pihak kampus, aparat, hingga gubernur setempat terkait peristiwa ini, Min?

Rektor Unisba, Harits Nu’man, menegaskan bahwa kericuhan tidak melibatkan mahasiswa Unisba. Menurutnya, massa yang memicu kericuhan bukan berasal dari lingkungan kampus. “Kejadian semalam mulai masif sekitar pukul 21.30 WIB. Kami sedang mencari informasi lebih lanjut karena para pendemo sudah kembali ke kampus masing-masing sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, di luar dugaan, muncul gerombolan massa lain yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya, memicu kericuhan hingga dini hari. Perlu diingat, area yang terjadi kericuhan adalah Jalan Tamansari, bukan kawasan Unisba,” ujarnya.

Versi berbeda datang dari pihak kepolisian. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Hendra Rochmawan, membantah tuduhan bahwa aparat masuk ke kampus. Ia menyebut ada kelompok tidak dikenal yang sengaja memprovokasi hingga memicu kericuhan. “Petugas saat itu sedang berpatroli dan menemukan tumpukan batu, kayu, hingga ban yang dibakar di tengah jalan. Bersamaan dengan itu, muncul kelompok berpakaian serba hitam yang bertindak anarkis dan memblokade jalan. Mereka mencoba memancing aparat untuk masuk ke dalam kampus Unisba, tetapi kami tidak terpancing. Penyisiran tetap dilakukan di sepanjang jalan,” jelasnya.

Peristiwa ini turut menarik perhatian Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, yang langsung meninjau Kampus Unisba, pada Selasa (02/09) siang. Ia memastikan mahasiswa Unisba tidak terlibat dalam kericuhan tersebut. Namun, ia mengakui adanya konflik di jalan yang memicu aparat mengambil tindakan. “Konflik di jalan saat malam hari rentan menimbulkan gesekan karena kedua belah pihak sudah lelah. Saya mendapat laporan bahwa kelompok berpakaian hitam yang diduga memicu kericuhan telah diidentifikasi oleh Polda Jabar dan nanti hasilnya akan diumumkan,” ujarnya.

Kita doakan semoga situasi di sana segera kondusif dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik ya, Sobat.


Siap Terjun ke Dunia Kerja, Fapet Unsoed Gelar Pembekalan Wajib untuk Calon Wisudawan

(Sumber: fapet.unsoed.ac.id)

Menjelang kelulusan, calon wisudawan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) mengikuti Pembekalan Alumni bagi calon wisudawan periode bulan September 2025. Acara ini menjadi langkah awal yang krusial bagi para mahasiswa untuk bertransisi dari dunia akademis menuju dunia kerja yang profesional. Tujuannya tak lain adalah membekali para lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. 

Wah, sungguh menarik ya, Sobat!

Pembekalan ini bukan sekadar seremoni, lho! Para calon wisudawan dibekali dengan berbagai materi esensial, mulai dari tips membuat Curriculum Vitae (CV) dan portofolio yang menarik, strategi menghadapi wawancara kerja, hingga etika profesional yang dibutuhkan di lingkungan kerja. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan skill yang dibutuhkan untuk sukses di dunia karier.

Ternyata peran alumni itu sangatlah penting ya, Min? 

Yap, benar sekali! Pada kesempatan kali ini mereka berbagi pengalaman dan wawasan nyata tentang dinamika dunia kerja, memberikan inspirasi, serta membangun jaringan. Kehadiran alumni ini membuktikan bahwa ikatan antara kampus dengan dunia profesional sangatlah erat, salah satunya dengan membuka jalan bagi para lulusan baru untuk meniti karier.


Saksikan Gemilau 1001 Lampion yang Akan Terangi Menara Teratai Purwokerto Mendatang!

(Sumber: Kumparan.com)

Kabar gembira untuk Sobat Gensoed! Purwokerto akan segera menggelar Festival Lampion: Sky Lantern Serenade mendatang. Ribuan lampion warna-warni akan memeriahkan area Menara Pandang Teratai, menciptakan pemandangan yang spektakuler dan tak biasa. Acara ini menjadi momentum istimewa yang akan mengubah langit Purwokerto menjadi kanvas dengan penuh cahaya, menawarkan pengalaman visual dengan memukau.

Bukan sekadar festival cahaya, lho!

Festival ini bukan hanya tentang lampion, melainkan Sobat juga bisa menikmati berbagai pertunjukan musik, jajanan enak, sampai karya seni yang kreatif. Rasanya pas banget untuk jadi destinasi akhir pekan bareng teman atau keluarga untuk mencari suasana baru yang enggak akan Sobat temukan di tempat lain, lho.

Kapan acara ini diselenggarakan, Min?

Acara ini awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 6 September 2025, Sobat. Namun, kabarnya Festival Lampion: Sky Lantern Serenade ditunda sampai tanggal 27 September 2025 mendatang. Alasannya karena situasi pascademonstrasi anarkistis di sejumlah daerah, termasuk dengan Purwokerto. Keputusan penundaan ini diambil berdasarkan arahan dari Menteri Dalam Negeri dan kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Jangan khawatir Sobat, keseruan tetap akan berlangsung lebih meriah! Yuk, siap-siap kita terangi langit Purwokerto dengan cahaya penuh harapan dan doa terbaik.


Penulis: Imam Malik Sudira dan Tiara Cahyaning Kartiko.