Hai, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya menjelang minggu tenang? Sudah siap menyambut hari-hari yang katanya “tenang”, atau justru mulai deg-degan karena Ujian Tengah Semester (UTS) sudah di depan mata? Semoga Sobat tetap sehat, kuat, dan bisa mengatur waktu dengan baik di tengah padatnya persiapan ujian. Akan tetapi, di tengah kesibukan itu, jangan lupa untuk tetap update dengan informasi terbaru yang lagi hangat dibicarakan, ya.
Seperti biasa, Mimin sudah merangkum berbagai informasi menarik yang sayang banget kalau dilewatkan. Siapa tahu, bisa jadi selingan di tengah belajar atau bahkan menambah wawasan Sobat sebelum UTS dimulai.
Yuk, langsung kita simak bersama!
Unsoed Gelar Wisuda Periode ke-160, 1.116 Wisudawan Rayakan Kelulusan

(Sumber: unsoed.ac.id)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Wisuda Periode ke-160 pada Selasa (31/03) di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman. Sebanyak 1.116 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.
Di wisuda kali ini ada pencapaian menarik enggak, Min?
Tentu ada! Dari total 1.116 wisudawan, sebanyak 557 lulusan berhasil meraih predikat cum laude atau lulus dengan pujian. Dengan bertambahnya jumlah lulusan pada periode ini, hingga saat ini Unsoed tercatat telah menghasilkan total 128.491 alumni yang telah tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian masyarakat.
Terus, apa pesan yang disampaikan oleh pihak kampus kepada wisudawan?
Dalam sambutannya, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan lima pesan strategis sebagai bekal bagi para wisudawan dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan pentingnya memiliki wawasan terbuka, membangun sikap mental yang tangguh, mengasah literasi digital yang berpadu dengan nilai kemanusiaan, meningkatkan kemampuan komunikasi profesional, memperkuat nilai religiusitas dan moralitas dalam kehidupan.
Kalau pesan dari perwakilan wisudawan sendiri bagaimana?
Perwakilan wisudawan, Yossi Khoerul Izata, menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama masa studi akan memiliki makna ketika dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sobat tahu enggak, sih? Wisuda bukan hanya menjadi tanda kelulusan, melainkan juga simbol dimulainya perjalanan baru di dunia profesional. Melalui momentum wisuda ini, Unsoed kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun global.
Bagaimana nih, Sobat, momen wisuda kali ini terasa membanggakan, ya? Semoga Wisuda Periode ke-160 Unsoed ini tidak hanya menjadi perayaan kelulusan saja, tetapi juga menjadi awal langkah para wisudawan untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Pemkab Banyumas Siapkan Event untuk Dongkrak Kunjungan Wisata yang Menurun

(Sumber: TribunBanyumas.com)
Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi wisata Kabupaten Banyumas mengalami penurunan saat libur Lebaran 2026. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas mencatat jumlah wisatawan turun 12,3 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025. Pada periode 13–29 Maret 2026, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 172.123 wisatawan, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 196.245 pengunjung. Selain itu, jumlah objek wisata juga berkurang dari 54 destinasi menjadi 52 destinasi wisata.
Terus, langkah seperti apa yang bakal diambil Pemerintah Banyumas?
Sebagai bentuk evaluasi, Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana menambah berbagai program untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar event berskala provinsi hingga nasional di Banyumas. Pemerintah juga mendorong agar event yang diselenggarakan lebih kreatif sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung, khususnya ke wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Upaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Faktor apa sih, yang memengaruhi turunnya jumlah wisatawan ini, Min?
Menurut Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Wahyudiono, penurunan kunjungan wisatawan kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah pemudik pada tahun ini. Selain itu, kondisi ekonomi nasional juga diduga turut memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata. Meski demikian, beberapa destinasi wisata masih tetap menjadi tujuan favorit, salah satunya Lokawisata Baturraden yang masih ramai dikunjungi wisatawan selama masa libur Lebaran.
Bagaimana dengan kondisi di Lokawisata Baturraden sendiri, Min?
Pengelola Lokawisata Baturraden juga mencatat adanya penurunan jumlah pengunjung. Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, menyebutkan bahwa jumlah kunjungan pada periode 21–29 Maret 2026 tercatat sebanyak 27.293 wisatawan, atau mengalami penurunan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai upaya menarik kembali minat wisatawan, pengelola Lokawisata Baturraden merencanakan penyelenggaraan event seni budaya secara berkala, seperti pertunjukan kuda lumping dan ketoprak. Selain itu, promosi wisata akan digencarkan melalui media sosial. Promosi secara langsung juga akan dilakukan di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb) agar daya tarik wisata Baturraden semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Wow, ternyata sektor pariwisata juga perlu terus berinovasi agar tetap diminati, ya, Sobat. Semoga langkah-langkah yang dilakukan ini dapat membawa dampak positif sehingga nantinya destinasi wisata di Banyumas semakin berkembang dan ramai dikunjungi kembali, ya!
Konflik di Lebanon Kian Memanas: Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian

(Sumber: SindoNews Nasional)
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon dilaporkan gugur akibat insiden ledakan di wilayah tugas mereka. Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Peristiwa ini menjadi kabar duka bagi Indonesia di tengah pelaksanaan misi perdamaian internasional.
Lalu, di mana sebenarnya insiden ini terjadi?
Insiden terjadi di wilayah Lebanon selatan yang berada dalam pengawasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pasukan tersebut memiliki mandat untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan yang masih diwarnai dinamika konflik. Ledakan dilaporkan terjadi di dekat area operasional pasukan saat menjalankan tugas.
Lalu, bagaimana tanggapan dari pihak internasional terkait kejadian ini, Min?
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia serta keluarga para korban. Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel pasukan perdamaian yang tengah menjalankan mandat internasional di wilayah konflik.
Jenazah para prajurit telah dipulangkan ke Indonesia dan disambut secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Pemerintah Indonesia turut menyampaikan duka cita mendalam sekaligus apresiasi atas jasa dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
Peristiwa ini tentu membawa duka mendalam, ya, Sobat. Semoga para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Terima kasih atas pengabdian dan jasa mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Penulis: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa & Fitriana Oktavia