BEM Unsoed – Aliansi BEM Banyumas Raya bersama elemen rakyat Banyumas dan sekitarnya menggelar Aksi Tuntutan bertajuk “Revolusi Indonesia: Gulingkan Prabowo-Gibran” pada Sabtu (13/06) pukul 12.00–18.00 WIB. Aksi ini dipusatkan di Kantor DPRD Kabupaten Banyumas dan Pendopo Sipanji, sebagai wujud perlawanan kolektif mahasiswa terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai gagal menyejahterakan rakyat.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Massa aksi bertolak dari Lapangan Purwanegara sebagai titik kumpul, kemudian bergerak dalam barisan long march dengan Mobil Komando (Mokom) memimpin di depan menuju Kantor DPRD Kabupaten Banyumas. Di sepanjang perjalanan hingga titik aksi, massa menyuarakan orasi serta menggelar aksi pembakaran ban sebagai simbol perlawanan. Momentum aksi memuncak ketika massa berhasil menerobos dan memasuki area Pendopo Sipanji.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang dipimpin langsung oleh koordinator lapangan bersama masing-masing Pimpinan Lembaga. Lima poin tuntutan ditegaskan lantang di hadapan publik, yakni: efisiensi anggaran negara dan penghentian pemborosan APBN, stabilisasi serta penurunan harga bahan pokok serta BBM, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proyek Koperasi Desa Merah Putih, penolakan militerisme dalam ruang sipil serta desakan mundur terhadap Prabowo-Gibran. Meski hujan deras mengguyur di penghujung acara, tekad massa aksi tidak sedikit pun surut hingga seluruh rangkaian aksi tuntas dijalankan.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa