BEM Unsoed — Telah dilaksanakan aksi pernyataan sikap oleh Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) dalam menyikapi dugaan praktik korupsi di Unsoed. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (21/08) mulai pukul 17.00–17.50 WIB di depan Patung Kuda Unsoed.

Aksi ini merupakan bentuk penyampaian sikap mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam menyuarakan kekecewaan, kritik, dan penolakan terhadap dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh jajaran rektorat Unsoed. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Unsoed yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU).

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Rangkaian aksi diawali dengan orasi yang disampaikan oleh mahasiswa sebagai bentuk penyampaian kekecewaan dan kritik terhadap pihak birokrat universitas yang disebut dalam isu tersebut, yaitu Rektor Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayoga, dan Kepala Bidang Akademik Eko Sumanto, serta pihak swasta lainnya yang diduga terlibat dalam praktik korupsi. Melalui orasi, mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap persoalan yang dinilai telah mencederai marwah Unsoed dan dunia pendidikan. Selanjutnya, mahasiswa yang hadir mengikuti pembuatan video pernyataan sikap sebagai bentuk kritik dan penolakan terhadap isu yang tengah terjadi.

Secara keseluruhan, aksi berlangsung dengan tertib dan kondusif. Meskipun terdapat kekecewaan dan kemarahan yang disampaikan melalui orasi serta pernyataan sikap, seluruh rangkaian aksi berjalan dengan lancar tanpa terjadi kericuhan. Antusiasme mahasiswa yang hadir menunjukkan kuatnya solidaritas dalam mengawal kasus korupsi ini. Melalui aksi ini, suara mahasiswa diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan perhatian, keterbukaan, dan pertanggungjawaban terhadap persoalan yang terjadi.


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa