BEM Unsoed — Telah dilaksanakan aksi mimbar bebas bertajuk “Aksi Mimbar Bebas Menuntut Kemerdekaan Rakyat Indonesia: Turunkan Prabowo Gibran” oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (21/08) pukul 13.00–16.30 WIB di Alun-Alun Purwokerto, tepatnya di depan Rita Supermall.
Aksi ini digelar sebagai bentuk kritik mahasiswa terhadap perayaan kemerdekaan Indonesia yang dinilai masih sebatas seremonial, sementara kondisi masyarakat dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kemerdekaan. Mahasiswa menyoroti arah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama di tengah berbagai persoalan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Aksi ini melibatkan mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan berbagai universitas di Purwokerto, serta dikawal oleh aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Rangkaian aksi diawali dengan berkumpulnya massa di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unsoed. Setelah massa berkumpul, peserta aksi bergerak bersama menuju Alun-Alun Purwokerto. Sesampainya di lokasi, aksi dilanjutkan dengan penyampaian orasi oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan perguruan tinggi di Purwokerto mengenai kondisi kemerdekaan Indonesia. Aksi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manifesto gugatan terhadap pemerintah yang menjadi bagian dari penyampaian sikap massa aksi.
Aksi berlangsung dengan tertib sejak awal hingga akhir dengan dipandu oleh koordinator lapangan (korlap) dan perangkat aksi lainnya. Antusiasme massa turut terlihat dengan bergabungnya mahasiswa baru angkatan 2026 dalam aksi tersebut. Selama pelaksanaan, aksi berlangsung secara kondusif dengan pengawalan dari Polresta Banyumas.
Melalui aksi ini, Aliansi BEM Banyumas Raya menyampaikan kritik terhadap kondisi pemerintahan dan mendorong kesadaran publik untuk melihat kembali makna kemerdekaan yang tidak hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi juga melalui pemenuhan hak dan kesejahteraan rakyat.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa