BEM Unsoed – Telah dilaksanakan aksi damai bertajuk “Aksi Kamisan: Tanjung Priok, 12 September 1984, Luka yang Tak Kunjung Sembuh” pada hari Kamis (10/09) pukul 15.00–17.30 WIB di depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Aksi ini digelar sebagai bagian dari rangkaian September Hitam sekaligus bentuk kepedulian terhadap isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, dengan fokus utama mengenang peristiwa Tanjung Priok yang terjadi pada 12 September 1984.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Aksi Kamisan kali ini merupakan pelaksanaan kedua pada bulan September 2026. Kegiatan diinisiasi oleh mahasiswa Unsoed melalui Aliansi Soedirman Melawan dan berada di bawah koordinasi Koordinator Isu Hukum, HAM, dan Demokrasi BEM Fakultas Hukum (FH). Melalui aksi ini, massa aksi mengajak masyarakat untuk menolak lupa dan merawat ingatan atas berbagai tragedi pelanggaran HAM, khususnya peristiwa Tanjung Priok sekaligus menyampaikan refleksi terhadap sikap negara yang dinilai belum memberikan tanggapan tuntas atas kasus tersebut. Aksi ini melibatkan mahasiswa Unsoed serta terbuka untuk masyarakat umum secara luas.

Rangkaian aksi mengusung format panggung jalanan yang diisi dengan orasi mengenai berbagai tragedi pelanggaran HAM, khususnya terkait peristiwa Tanjung Priok. Selain orasi, sejumlah massa aksi turut menampilkan puisi dan nyanyian sebagai bentuk ekspresi keresahan juga kepedulian terhadap isu yang diangkat. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh komunitas lapak baca. Aksi kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta doa bersama. Sebagai penutup, seluruh massa aksi menyanyikan lagu “Darah Juang” secara bersama-sama.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Aksi berlangsung dengan suasana reflektif dan tertib. Moderator panggung jalanan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan sekaligus mengenang kembali berbagai tragedi pelanggaran HAM yang pernah terjadi. Kegiatan yang digelar di ruang publik ini membuat pesan yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat sekitar secara langsung.

Melalui Aksi Kamisan kedua ini, mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah solidaritas sekaligus bentuk dukungan bagi korban pelanggaran HAM atas peristiwa yang terjadi pada masa Orde Baru. Mahasiswa juga berharap masyarakat dapat semakin berpartisipasi aktif dan terus menyuarakan isu pelanggaran HAM agar tidak pernah padam.


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Angely Puspita Sari

PENULIS / KONTRIBUTOR

Media Kreatif dan Aplikatif

Diterbitkan pada 13 September 2026