BEM Unsoed – Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Kementerian Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Adkesma BEM Unsoed) 2026, yaitu Audiensi terbuka bertajuk “Unsoed Problematik: Menagih Janji, Evaluasi, dan Reformasi Total pada hari Jumat (11/09) pukul 14.00–18.00 WIB di depan Gedung Rektorat Unsoed.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) untuk memastikan tujuh tuntutan tidak berhenti pada janji dan rancangan, tetapi diwujudkan melalui tindak lanjut yang jelas, konkret, dan transparan. Kegiatan ini melibatkan jajaran rektorat dan KBMU.
Rangkaian kegiatan audiensi diawali dengan penyampaian kembali tujuh tuntutan mahasiswa kepada pihak universitas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tanggapan dan progres dari birokrasi terkait penerimaan mahasiswa baru, evaluasi birokrasi, transparansi UKT serta anggaran, hingga tata kelola universitas. Dalam audiensi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah pertanyaan dan penekanan mengenai kejelasan tindak lanjut, keterbukaan informasi, serta independensi tim yang akan dibentuk. Pihak universitas kemudian menyampaikan beberapa rencana tindak lanjut, di antaranya pembentukan task force dan tim tata kelola, perbaikan mekanisme penerimaan mahasiswa baru, pengembangan dashboard transparansi anggaran, serta evaluasi pejabat sesuai aturan juga prosedur yang berlaku.
Audiensi berjalan dengan tertib dan lancar. KBMU turut menekankan pentingnya keterbukaan informasi, kejelasan mekanisme kerja, serta independensi task force agar tindak lanjut tujuh tuntutan dapat diawasi secara objektif. KBMU juga akan terus mengawal perkembangan komitmen dan langkah yang disampaikan oleh pihak universitas.