Weekly Report #28

03 October 2026 • Oleh Media Kreatif dan Aplikatif • 5 menit baca

Halo, Sobat Gensoed!

Lagi-lagi kita semua survive dari Purwokerto yang gila-gilaan panasnya. Mimin percaya banget Sobat Gensoed bisa survive dari ujian kehidupan, salah satunya Ujian Tengah Semester (UTS) yang akan segera datang. Nah, sebelum menghadapi ujian mematikan, pemanasan dulu dengan baca berita-berita terbaru di minggu ini.

Langsung saja disimak, Sob!


Meriah! Euforia Mahasiswa Warnai Opening Ceremony Porsoed 2026

(Sumber: Akmal Maulana)

Opening Ceremony Pekan Olahraga Soedirman (Porsoed) 2026 berlangsung meriah di Gelanggang Olahraga (GOR) Sasana Krida Raga Satria pada hari Rabu (30/09). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian kompetisi olahraga antarfakultas. Euforia yang mewarnai jalannya acara turut menghadirkan semangat kebersamaan dalam menyambut Porsoed 2026.

Kira-kira, se-luar biasa apa, sih, respons mahasiswa waktu mengikuti Opening Ceremony kali ini?

Ajang kompetisi olahraga antarfakultas ini langsung disambut riuh dan penuh antusiasme oleh ribuan mahasiswa, lho, Sob! Keriuhan tidak hanya datang dari tepuk tangan saat parade atlet terbaik dari masing-masing fakultas dimulai, tetapi juga dari barisan suporter yang tampil all-out di tribun.  

Mulai dari kibaran giant banner, ketukan drum yang menggelegar, hingga aksi koreo paper bag dan chant kreatif saling bersahutan dari sudut-sudut GOR. Gemuruh nyanyian dan kreativitas suporter inilah yang sukses membakar semangat para atlet sekaligus membuat suasana pembukaan Porsoed 2026 makin membara serta penuh warna!

Rangkaian acara apa saja, sih, yang turut hadir memeriahkan Opening Ceremony Porsoed 2026?

Kemeriahan rangkaian Opening Ceremony Porsoed 2026 dibuka dengan aksi energik penampilan flashmob, tari tradisional, dan marching band. Suasana berlanjut khidmat sekaligus membakar semangat saat parade atlet dari masing-masing fakultas, pembacaan janji atlet, hingga pembukaan simbolis sebagai tanda resmi dimulainya Porsoed 2026. Acara juga diisi dengan parade suporter dari berbagai fakultas.

Kalau begitu, tujuan dan makna diadakannya Porsoed 2026 apa, sih, Min?

Di balik riuhnya sorak-sorai suporter, Porsoed 2026 diselenggarakan bukan sekadar ajang unjuk kebolehan dan perburuan gelar juara umum saja ya, Sob! Lebih dari itu, ajang tahunan ini menjadi wadah silaturahmi besar untuk mempererat tali persaudaraan antarmahasiswa Unsoed. Melalui semangat sportivitas di lapangan, Porsoed diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berbakat.

Gokil, sih, semangatnya! Mimin jadi ikutan membara dan makin siap dukung fakultas kebanggaan, nih. Semoga euforia ini bisa jadi motivasi kita semua untuk junjung tinggi sportivitas dan kebersamaan ya, Sob!


Dari Sabang sampai Merauke: Intip Keseruan KMI Expo XVII 2026

(Sumber: Tribunbanyumas.com)

Siapa, nih, yang kemarin jalan-jalan ke expo yang ada di lapangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)?

Rangkaian kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII dan Kompetisi Mahasiswa Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 resmi ditutup pada hari Kamis (01/10). Kegiatan bertaraf nasional ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Selasa–Kamis (29/09–01/10) bertempat di Unsoed, Sob. 

Dengan mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”, KMI Expo XVII 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan jejaring, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Wah! Pasti ramai sekali ya, Min?

Jelas ramai, Sob! Kegiatan KMI Expo XVII 2026 dihadiri oleh 368 kelompok dari 219 perguruan tinggi se-Indonesia, lho. Setiap kelompok tersebut memamerkan produk-produk wirausaha yang lolos dari proses seleksi sebelumnya. Kategori produknya juga sangat beragam, meliputi Makanan dan Minuman; Budidaya; Industri Kreatif; Seni dan Budaya; Jasa Pariwisata dan Perdagangan; Manufaktur dan Teknologi Terapan; serta Bisnis Digital. Eits, enggak berhenti di situ saja, kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba Stand Up Comedy, Collaborative Matching, Talkshow Kewirausahaan, Kirab Budaya, dan masih banyak lagi.

Terus di Closing Ceremony-nya ada apa saja?

Penutupan serangkaian kegiatan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt. Rektor Unsoed, Prof. Ali Rokhman, M.Si., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perwakilan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ketua Pelaksana KMI Expo XVII, dan Ketua Pelaksana KBMK 2026. 

Spesial dari kegiatan penutup ini, terdapat pengumuman para penerima penghargaan KMI Award sesuai kategori-kategori yang tersedia. Selain itu, diumumkan juga pemenang KBMK untuk kategori Perencanaan Bisnis, Riset Inovasi, Keuangan Audit Investigatif, Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna, serta Karya Tulis Ilmiah. Penghargaan juga diberikan kepada pemenang Stand Up Comedy, Kirab Budaya, Stand Terbaik, dan Collaborative Matching.

Keren banget, Mimin jadi mau bikin inovasi juga, deh. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi kita semua untuk ikut berprestasi, Sob!


Dedikasi Tanpa Henti, 416 Pendonor Darah Raih Apresiasi

(Sumber: banyumas.suaramerdeka.com)

Kabar membanggakan datang dari warga Banyumas! Sebanyak 416 pendonor darah sukarela asal Kabupaten Banyumas resmi menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Balairung Astina Hotel Semarang pada hari Selasa (29/09). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 50 hingga 75 kali.

Banyumas jadi yang terbanyak se-Jawa Tengah? Memangnya betul, Min?

Ternyata, Kabupaten Banyumas berhasil menyabet predikat sebagai daerah penyumbang penerima penghargaan terbanyak di Jawa Tengah, lho, Sob! Dari total 416 orang, ada 302 pendonor yang sudah 50 kali berdonor, dan 114 orang lainnya bahkan sudah tembus 75 kali donor. Angka ini sukses mengungguli kota-kota besar lain seperti Semarang dan Surakarta.

Wah! Ternyata keren banget ya, Min?

Betul banget, Sob! Mengingat, aksi para pendonor ini sangat krusial, lho! Palang Merah Indonesia (PMI) Banyumas sering menjadi tumpuan stok darah bagi berbagai rumah sakit di wilayah Banyumas Raya.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini menegaskan betapa berharganya aksi kepedulian para pendonor. Tanpa mengharapkan imbalan, konsistensi mereka mendonorkan darah secara rutin menjadi penyelamat kehidupan bagi banyak orang yang membutuhkan.

Bagaimana denganmu, Sob? Yuk, jadikan aksi mulia ini inspirasi untuk kita semua!


Penulis: Maya Widya Hapsari dan Shakira Alfiatu Rizka

PENULIS / KONTRIBUTOR

Media Kreatif dan Aplikatif

Diterbitkan pada 03 October 2026