BEM Unsoed — Telah dilaksanakan salah satu program kerja Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2026, yaitu Musyawarah Besar Sosial Politik (Mubes Sospol) #1. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (24/05) pukul 10.00—20.30 WIB di Auditorium Fakultas Biologi (Fabio) Unsoed.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya kolektif untuk membahas dan menyepakati arah gerak Sospol dan membangun kolaborasi gerakan dalam mengawal isu tingkat kampus, regional, maupun nasional. Selain itu, kegiatan ini berfungsi untuk merespons, mengawal, serta mengukuhkan struktur tim pengawal isu Aliansi Soedirman Melawan. Isu yang telah disepakati tersebut kemudian menjadi tanggung jawab penuh dari tim pengawal isu dalam aliansi tersebut.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari seluruh fakultas di Unsoed, yang terdiri atas BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, BEM Keluarga Besar Mahasiswa Ilmu-Ilmu Kesehatan (KBMIK) Unsoed, Ad hoc Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed, Ad hoc Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed, BEM Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed, BEM Fakultas Hukum (FH) Unsoed, BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian (Kema Faperta) Unsoed, BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed, Ad hoc Fabio Unsoed, BEM Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KBM MIPA) Unsoed, BEM Fakultas Teknik (FT) Unsoed, serta BEM Unsoed.
Dalam kegatan tersebut, forum berhasil menyepakati beberapa fokus kawalan isu strategis, antara lain:
- Isu Kampus: Pengawalan terhadap Meaningful Participation (partisipasi bermakna) mahasiswa dalam seluruh kebijakan dan/atau kerja sama yang dilakukan oleh birokrasi kampus, termasuk transparansi kebijakan. Isu ini disepakati tanpa mengesampingkan isu kekerasan seksual (KS) serta bentuk kekerasan lainnya di lingkungan kampus.
- Isu Regional: Sorotan terhadap permasalahan Lingkungan Hidup meliputi tambang ilegal, kerusakan hutan Gunung Slamet, dan pencemaran Sungai Serayu; sektor Pendidikan meliputi akses, kualitas yang belum merata, juga tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS); serta sektor Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat meliputi rendahnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) hingga minimnya lapangan pekerjaan.
- Isu Nasional: Pengawalan terhadap Regresi Demokrasi meliputi penyempitan ruang kritik, minimnya partisipasi publik, dan pendekatan represif negara; serta Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mencakup dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi nikel, transisi energi, hingga masuknya militer ke ranah sipil.
Guna mengoptimalkan gerakan, forum juga mengukuhkan struktur Aliansi Soedirman Melawan dengan menyepakati pembentukan koordinator isu dan media, dengan rincian penanggung jawab sebagai berikut:
- Koordinator Ekomoni, Sosial, dan Pendidikan: BEM FEB Unsoed
- Koordinator Isu Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Demokrasi: BEM FH Unsoed
- Koordinator Lingkungan Hidup dan Kesehatan: Ad hoc Fabio Unsoed
- Koordinator Media: BEM Unsoed

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) dan moderator, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Mars Mahasiswa”. Selanjutnya penyampaian sambutan oleh Project Officer (PO) juga Presiden BEM Unsoed. Setelah itu, kegiatan beralih menuju pemaparan kondisi faktual sekaligus fokus kawalan isu dari setiap lembaga, termasuk BEM serta Ad hoc fakultas yang hadir. Pada sesi akhir, dilakukan inventarisasi, penyepakatan isu, hingga pengukuhan gerakan melalui pembentukan koordinator di dalam Aliansi Soedirman Melawan yang ditandai dengan penandatanganan lembar komitmen.
Secara keseluruhan kegiatan ini berlangsung dengan dinamis dan lancar. Melalui Mubes Sospol #1, diharapkan kesepakatan isu kampus, regional, maupun nasional dapat mengukuhkan kolaborasi koordinator gerakan ke depan.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Angely Puspita Sari