BEM Unsoed – Telah dilaksanakan salah satu program kerja Kementerian Analisis Isu Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Anstrat BEM Unsoed) 2026, yaitu Penyerahan Kajian Tuntutan terhadap Prabowo-Gibran pada hari Sabtu (13/06) pukul 15.00–18.00 WIB di Pendopo Si Panji Banyumas. Sebelumnya, Anstrat telah menyusun kajian yang berisi lima tuntutan mahasiswa terhadap kebijakan masa pemerintahan Prabowo-Gibran, kemudian kajian ini diserahkan saat Aksi Tuntutan yang bertajuk “Revolusi Indonesia: Gulingkan Prabowo-Gibran”.

(Sumber: Kementerian Analisis Isu Strategis)
Kajian ini disusun berdasarkan banyaknya keresahan masyarakat terhadap kebijakan Prabowo yang menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan masyarakat dan ekonomi negara. Lima tuntutan mahasiswa yang dikaji tersebut meliputi: menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM); menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; menghentikan militerisme di ranah sipil; mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Setelah itu, kajian yang diserahkan ketika aksi tuntutan bersama Aliansi Mahasiswa Banyumas ini berhasil dibacakan dan diterima langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Melalui penyerahan Kajian Tuntutan Prabowo-Gibran, diharapkan pemerintah dapat mendengar aspirasi mahasiswa dan masyarakat serta memberi solusi secepat mungkin.
Penulis: Kementerian Analisis Isu Strategis
Editor: Maya Widya Hapsari