BEM Unsoed – Telah dilaksanakan program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed), yaitu Sekolah Politik Pergerakan (SPP) 2024 pada 19, 20, dan 27 Oktober. Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk berkembang dan belajar mengenai pergerakan pengabdian mahasiswa dengan tujuan untuk melatih keterampilan teori dan praktik dalam merespons permasalahan masyarakat, baik di ruang lokal, regional maupun nasional.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Pada hari pertama, yaitu pada Sabtu 19 Oktober, kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (HI FISIP). Peserta hadir pada pukul 07.00 WIB, acara dimulai dengan pembukaan oleh Project Officer sekaligus sebagai Kepala Sekolah SPP, yaitu Alif Saepulloh dan dilanjut oleh Arifah Nova Armayanti selaku Wakil Presiden BEM Unsoed 2024. Setelah pembukaan, peserta disuguhkan materi tentang “Sejarah Gerakan Mahasiswa” yang dipaparkan oleh Renny Miryanti, S.IP, M.IP (Akademisi & Aktivis 98) serta “Paradigma Kritis dalam Gerakan Mahasiswa” yang dipaparkan oleh Lugas Ichtiar (Presiden BEM Unsoed 2020). Setelah pemaparan materi, terdapat sesi Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk mendiskusikan materi yang telah disampaikan, lalu mempresentasikan hasil diskusi oleh kelompok-kelompok yang telah dibagi sebelumnya. Kegiatan hari pertama selesai pada pukul 15.00 WIB dan peserta diarahkan untuk pulang ke rumah masing-masing. 

Hari kedua bertempat di Cafe Lavishian, yaitu pada Minggu 20 Oktober yang dimulai pada pukul 13.00 WIB. Setelah tiba, peserta langsung mengikuti penyampaian materi “Analisis Sosial” yang dipaparkan oleh Delpedro Marhaen (Direktur Eksekutif Lokataru Foundation) serta “Advokasi dan Bantuan Hukum” yang dipaparkan oleh Alfan Maulana Akbar (Presiden BEM Unsoed 2022). Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengerjakan sebuah post-test untuk menguji pemahaman peserta. Kegiatan hari kedua selesai pada pukul 17.30 WIB dan peserta diarahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Setelah hari kedua, pada minggu berikutnya, peserta diberi waktu enam hari untuk melakukan praktik lapangan berupa analisis sosial di Pasar Wage dan Pasar Manis yang didampingi oleh panitia SPP 2024. Di sana, para peserta mengidentifikasi dan memetakan masalah yang menjadi keresahan warga pasar. Hasil analisis sosial ini dituangkan dalam bentuk mind mapping yang kemudian dipresentasikan pada hari ketiga.

Hari ketiga pada Minggu 27 Oktober, dimulai dengan presentasi hasil analisis sosial peserta yang dituangkan lewat mind mapping, diikuti dengan simulasi aksi. Sebelum simulasi aksi, peserta melakukan simulasi konsolidasi aksi di depan ruang kelas Sidang HI FISIP, lalu berkumpul di depan gedung FISIP untuk melakukan long march menuju titik simulasi aksi di depan Patung Kuda Unsoed. Pada saat simulasi aksi, peserta secara bergilir saling menyampaikan aspirasinya melalui orasi dan puisi. Setelah simulasi aksi selesai, acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik SPP 2024 dan penutupan resmi yang disampaikan oleh Project Officer sekaligus Kepala Sekolah SPP 2024 lalu dilanjut dengan dokumentasi peserta dan panitia.

Kegiatan SPP berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir tanpa adanya halangan. 


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Imam Malik Sudira