Hai, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya di akhir bulan November ini? Semoga Sobat selalu dalam keadaan baik dan tetap semangat menyambut awal bulan, ya. Menjelang pergantian bulan, rutinitas kampus mungkin makin padat, tugas menumpuk, deadline mengejar, dan aktivitas organisasi juga lagi ramai-ramainya. Namun, di tengah kesibukan itu, enggak ada salahnya luangkan sedikit waktu untuk mengikuti kabar-kabar terbaru yang lagi hangat diperbincangkan.
Seperti biasa, Mimin sudah menyiapkan rangkaian informasi pilihan yang seru dan sayang banget kalau dilewatkan. Siapa tahu, update ini bisa bantu Sobat tetap up-to-date atau bahkan memberi inspirasi baru sebelum masuk ke bulan berikutnya.
Yuk, langsung kita bahas satu per satu!
Sumatera Utara Berduka: Begini Kronologi Akibat Terjangan Banjir Bandang

(Sumber: detik.com)
Kabar duka datang dari wilayah Indonesia bagian barat, Sobat. Sebanyak 2.851 warga di empat kabupaten dan kota di Sumatra Utara (Sumut) terpaksa mengungsi akibat banjir bandang, serta longsor yang melanda sejak 24 November lalu. Kesaksian warga setempat menyebutkan bahwa cuaca ekstrem kali ini merupakan yang terparah dan pertama kali mereka alami. Sedih sekali, ya, Sobat, mendengar betapa berat situasi yang mereka hadapi.
Haduh, pemicu utamanya apa itu, Min?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan deras yang memicu banjir besar, serta longsor di berbagai wilayah dipengaruhi oleh Siklon Senyar. Menurut Erma Yulihastin, Peneliti Pusat Riset Iklim-Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRIMA BRIN), Siklon Senyar termasuk peristiwa langka karena hampir tidak pernah terbentuk di wilayah dekat khatulistiwa, termasuk Indonesia.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor tersebut dipicu oleh Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu, serta Bibit Siklon 95B di Selat Malaka. Kedua sistem siklon ini menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumut. Namun, menurut kelompok advokasi lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), bencana ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi juga terdapat kerusakan hutan akibat penebangan kayu yang masif dan aktivitas pertambangan emas yang dioperasikan PT Agincourt Resources yang turut memperburuk tingkat kerentanan wilayah terhadap banjir, serta longsor.
Sobat tahu enggak? Dampak dan korban dari kejadian ini cukup banyak, loh!
Selain ribuan rumah dan barang berharga yang sudah tidak dapat diselamatkan, berbagai fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk jalan, serta jembatan. Banjir bandang dan longsor turut memutus jaringan internet sehingga komunikasi untuk meminta bantuan maupun sekadar memberi kabar menjadi sangat sulit.
Korban akibat bencana alam ini juga cukup banyak. Dikutip dari detik.com, hingga siang hari ini tercatat 34 orang meninggal dunia dan 33 orang masih hilang akibat banjir bandang, serta longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menjelaskan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan masih dapat bertambah karena sebagian besar desa-desa di Tapteng belum bisa diakses jalan darat karena tertutup longsor dan jaringan internet yang masih terputus.
Semoga kondisi di sana segera membaik dan semua wilayah yang terdampak bisa segera dijangkau ya, Sobat.
Siap Terpukau? Budaya Banyumas Unjuk Pesona di Ajang Forum Diplomatik

(Sumber: rri.co.id)
Enam duta besar (dubes) dari Seychelles, Polandia, Kamboja, Ethiopia, Uzbekistan, dan Kuba berkumpul di Banyumas dalam sebuah forum diplomatik. Tujuan utama acara ini adalah mempromosikan kekayaan budaya dan potensi daerah Banyumas kepada dunia. Selama acara berlangsung, para dubes tampak terkesan dan menikmati tarian tradisional lengger, serta mencicipi kuliner khas setempat. Hal ini menunjukkan betapa menariknya warisan budaya Banyumas. Melalui acara ini, para dubes mulai memandang Banyumas tidak hanya sebagai lokasi wisata, tetapi juga sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Hal ini memperlihatkan bahwa kekuatan budaya dapat menjadi sarana yang efektif untuk membuka pintu kerja sama di tingkat global.
Wah, kegiatan apa saja yang membuat para dubes terkesan, Min?
Para dubes hadir memenuhi undangan dari Siaran Luar Negeri (SLN) dan Radio Republik Indonesia (RRI), serta Pemerintah Kabupaten Banyumas. Selama dua hari, yaitu pada 25 hingga 26 November 2025, Pendopo Bupati Banyumas menjadi saksi keterlibatan para dubes dalam pengalaman budaya dan kuliner yang sangat berkesan. Mereka tidak hanya sekadar menyaksikan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam kegiatan, mulai dari menari bersama penari lengger Banyumas hingga mencicipi kuliner khas daerah yang lezat, seperti Soto Sokaraja dan mendoan.
Mengapa Banyumas menjadi pilihan, Min?
Banyumas dipilih menjadi pusat forum diplomatik karena memiliki sejumlah potensi unggulan yang menarik perhatian masyarakat internasional. Selain kekayaan budayanya, Banyumas menawarkan potensi investasi dan bisnis yang besar. Hal ini didukung oleh adanya produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang unggul, seperti gula kelapa kristal, serta rencana pembangunan kawasan industri di wilayah Wangon yang membuka peluang investasi baru. Tak hanya itu, daya tarik Banyumas juga terdapat pada bidang lingkungan. Dubes Seychelles, Nico Barito, bahkan datang secara khusus untuk mempelajari dan mengapresiasi keberhasilan Banyumas dalam pengolahan sampah berbasis komunitas. Selain itu, Banyumas juga memiliki destinasi pariwisata alam yang indah, seperti kawasan Baturraden.
Lalu, apa tindak lanjut dan hasil nyatanya?
Forum diplomatik ini secara nyata menghasilkan semangat dan potensi kerja sama yang konkret di masa depan. Salah satu hasil yang paling menonjol adalah di bidang budaya, yaitu Dubes Seychelles, berencana membawa para penari lengger tampil di negaranya, sebagai bentuk promosi budaya Indonesia. Di sektor ekonomi, Bupati Banyumas memanfaatkan kesempatan ini dengan mengajak warganya untuk berinvestasi di Banyumas, mengingat peluang investasi masih terbuka lebar. Untuk memperjelas potensi ini, para dubes juga telah dijadwalkan untuk melakukan kunjungan lapangan pada hari kedua, mencakup tinjauan langsung ke Tempat Pengelolaan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE), sentra UMKM gula kelapa kristal, dan kawasan wisata Baturraden.
Wah, bangga sekali ya Sobat! Berkat forum diplomatik ini, budaya dan potensi investasi Banyumas sekarang sudah banyak dikenal oleh enam negara di dunia, mulai dari tari lengger hingga keberhasilan pengelolaan sampahnya, membuka peluang besar bagi pariwisata, serta ekonomi daerah.
Pecah Rekor! Universitas Jenderal Soedirman Sandang Akreditasi Unggul

(Sumber: unsoed.ac.id)
Menutup tahun 2025 dengan gemilang, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil meraih peringkat tertinggi dalam penilaian nasional Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) dengan predikat Unggul. Pengakuan atas capaian kinerja kemahasiswaan sepanjang tahun 2024 tersebut diumumkan secara resmi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Surat Nomor 4744/B2/DT.01.01/2025 pada 17 November 2025.
Wah, Min, Unsoed semakin keren, ya!
Iya, dong! Dengan predikat Unggul, kini Unsoed resmi masuk ke dalam perguruan tinggi akademik Klaster 1 dan sejajar dengan berbagai perguruan tinggi terbaik nasional dalam bidang kemahasiswaan. Menurut Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, pencapaian ini merupakan terobosan histori, karena untuk pertama kalinya Unsoed berhasil meraih peringkat tertinggi tersebut.
Dari Pencapaian ini, Unsoed juga masuk masuk 13% universitas terbaik nasional, loh, Sobat!
Prestasi yang diraih Unsoed memiliki signifikansi tinggi di tingkat nasional. Sebanyak 463 Perguruan Tinggi Kategori Akademik dinilai oleh Direktorat Belmawa dan dari jumlah tersebut Unsoed berhasil masuk dalam 13% jajaran elit institusi akademik yang meraih predikat Unggul. Capaian ini menegaskan posisi Unsoed sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam tata kelola dan kinerja kemahasiswaan. “Pencapaian ini membuktikan bahwa kerja keras seluruh ekosistem kampus tidak sia-sia. Kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mahasiswa, Ormawa, dosen pembimbing, dan Bagian Kemahasiswaan,” ujar Prof. Norman.
Wow, Mimin terharu sekali, Sobat, melihat Unsoed meraih prestasi setinggi ini! Semoga ke depannya Unsoed terus melaju lebih gemilang dan membawa nama baik almamater untuk semakin bersinar.
Penulis: Iges Tahtia Wardani & Imam Malik Sudira