Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana suasana hati kalian di awal bulan Juni ini? Semoga bahagia selalu ya, Sobat. Weekly Report kembali hadir untuk menemani awal bulan kalian, nih! Langsung simak saja, yuk!

Euforia SNBT 2025: Dari Air Mata Haru hingga Selebrasi Heboh!

(Sumber: tempo.co.id)

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 telah resmi mengumumkan hasil ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK-SNBT) pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) juga mengimbau peserta yang tak lolos tak perlu berkecil hati lantaran masih ada jalur mandiri yang akan dibuka oleh kampus.

Kira-kira berapa siswa yang lolos di tahun ini ya, Min?

Nah, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, mengatakan ada 253.421 peserta yang dinyatakan lulus UTBK SNBT 2025. Sementara itu, peserta yang mendaftar dan yang diterima hanya sebesar 29,43 persen dari total seluruh pendaftar sebanyak 860.976 peserta.

Wah, persaingan tahun ini sepertinya cukup ketat ya, Min!

Betul banget! Eduary Wolok pun mengatakan jumlah peserta yang diterima melalui UTBK-SNBT tahun ini tidak memenuhi daya tampung yang telah disediakan pemerintah, yakni sebanyak 284.380 kursi. Tapi tenang saja, Sobat! Sisa daya tampung UTBK-SNBT yang tidak terserap akan digunakan untuk penerimaan mahasiswa baru melalui tahap mandiri sehingga kuota penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi tidak akan berkurang. Selamat dan semangat bagi para peserta UTBK-SNBT tahun 2025 ini, ya!


Menyenangkan! Lebih dari 500 Peserta Ikut Berlari Bersama Soeper Run

(Sumber: fbeta.republika.co.id)

Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KA Unsoed) menggelar event Soeper Run 5 km pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pukul 05.00—09.00 WIB. Event ini diikuti lebih dari 500 peserta, lho! Ketua Umum KA Unsoed, Abdul Kholik, mengatakan acara tersebut tidak hanya sekedar fun run saja, melainkan sebagai bentuk aksi nyata untuk mendukung kemajuan kampus. KA Unsoed menggalang dana beasiswa bagi mahasiswa Unsoed yang kurang mampu.

Wow, keren banget, ya!

Abdul Kholik juga menjelaskan bahwa KA Unsoed juga membagikan sebanyak 120 paket bantuan sosial (bansos) untuk para Office Boy (OB) kampus. Menurut KA Unsoed, kampus bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa, melainkan untuk kerja keras dari orang-orang yang berada di balik layar. Tak hanya itu, KA Unsoed turut menyumbangkan sebanyak 150 pohon untuk ditanam di area kampus. Bantuan ini disalurkan kepada Sekolah Komunitas Bhinneka Ceria, yaitu komunitas pendidikan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa.

Amazing! Namun, apakah pesertanya dari alumni saja, Min?

Tentu saja tidak! Peserta Soeper Run ini adalah KA Unsoed, mahasiswa Unsoed, dan juga khalayak umum. Jalur lari yang ditempuh, dimulai dari Graha Widyatama menuju Jl. Riyanto lalu melewati Jl. Jatisari, kemudian melewati Jl. Dr. Angka dan Jl. Profesor DR. HR. Boenyamin untuk kembali ke Graha Widyatama. Soeper Run juga mengadakan sesi games dan doorprize. Para peserta memperebutkan sebanyak 20 doorprize, termasuk lucky prize Sepatu Asics Novablast 5, nih! Selain itu, para pelari yang menyelesaikan 5 km diberikan medali dan piala sebagai bentuk penghargaan dari KA Unsoed.

Jadi, apakah kalian tertarik mengikuti Soeper Run selanjutnya? Mimin sih yes!


Menuju Purwokerto sebagai Kota Berkelanjutan 2045: Tiga Konsep Pengembangan dari Pemkab Banyumas

(Sumber: banyumasekspres.id)

Hah? Purwokerto sebagai Kota Berkelanjutan maksudnya apa, Min?

Jadi, Kabupaten Banyumas mendapatkan kehormatan menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Jawa yang terpilih mengikuti program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ICP bertujuan mengembangkan kota-kota berkelanjutan di Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II Badan Pengembangan Infrastuktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Melva Eryani Marpaung, mengatakan bahwa program ICP mencakup 10 kota di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua dan hanya Banyumas yang berstatus sebagai kabupaten di antara 10 kota tersebut, lho!

Kira-kira tiga konsep pengembangan yang diusulkan apa saja tuh, Min?

Nah, tiga konsep pengembangan yang diusulkan oleh Melva Eryani, di antaranya; Banyumas sebagai Kota Pendidikan, yaitu mengintegrasikan peran berbagai perguruan tinggi yang ada di Purwokerto; Banyumas sebagai Kota Wisata artinya mengangkat potensi Kota Lama Banyumas sebagai destinasi wisata kelas dunia; dan Banyumas sebagai kawasan untuk bisnis dan pemerintahan. Kawasan Jl. Bung Karno akan dikembangkan menjadi pusat pemerintahan modern yang aktif secara ekonomi dan tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Luar biasa! Bagaimana tanggapan dari Bupati Banyumas, Min?

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan komitmen Pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam mendukung program ICP. Bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem drainase sebagai bagian dari penataan kota karena sering terjadinya genangan saat hujan lebat. Selain itu, Sadewo turut mengusulkan dua pintu keluar (exit) tol dalam rencana pembangunan tol Pejagan–Cilacap, yakni di wilayah Wangon dan Ajibarang. Wah, semakin tidak sabar menuju Purwokerto sebagai Kota Keberlanjutan, nih!


Penulis: Aura Iklasia Pasha R. & Kellia Dyvia Ameera