Halo, Sobat Gensoed! Hayo, lagi pada sibuk war takjil atau sudah persiapan packing buat mudik, nih! Sebagai pembuka perjalanan kita di periode 2026 ini, Mimin sudah rangkum semua info paling fresh seputar kampus serta isu terkini dalam seminggu terakhir, loh. Biar tetap update sambil nunggu jam buka puasa, yuk, intip beritanya sekarang!
Lakukan Kolaborasi, Unsoed dan Polda Jateng Bangun Pusat Studi Kepolisian

(Sumber: unsoed.ac.id)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi mengambil langkah besar dalam memperkuat pilar keamanan dan hukum di tanah air dengan membangun Pusat Studi Kepolisian hasil kolaborasi strategis dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng).
Wah, memangnya seberapa penting, sih, kehadiran pusat studi ini di kampus kita, Min?
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU. ASEAN Eng., menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di tengah derasnya arus teknologi dan dinamika global, pihak kepolisian perlu terus beradaptasi. Di sinilah peran penting universitas untuk menyediakan landasan ilmiah serta riset yang kuat bagi transformasi kepolisian.
Terus, apa saja yang akan dilakukan di Pusat Studi Kepolisian ini nantinya?
Pihak Unsoed menjelaskan bahwa implementasi kerja sama ini akan mencakup banyak aspek vital. Mulai dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bersama, kolaborasi penelitian untuk pengabdian masyarakat, hingga pertukaran data serta informasi ilmiah. Bahkan, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan sarana juga prasarana bersama demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari sisi akademisi maupun personel kepolisian itu sendiri.
Sobat tahu enggak, sih? Ternyata tujuannya jauh melampaui urusan administrasi kampus, loh!
Pembentukan pusat studi ini merupakan bagian dari visi besar jangka panjang. Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menekankan bahwa ilmu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu lintas bidang yang krusial untuk memahami dinamika hukum dan sosial. Harapannya, pusat studi ini menjadi wadah pembelajaran yang transformatif demi mendorong layanan kepolisian yang lebih transparan serta akuntabel guna mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Gimana menurut kalian, Sob? Kira-kira akan ada riset apa lagi yang akan dikaji di Pusat Studi Kepolisian nanti?
Komdigi Mulai Tegas: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Main Media Sosial

(Sumber: falihmedia.com)
Kabar mengejutkan datang dari dunia digital tanah air. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi mulai mengambil langkah tegas dengan melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk memiliki akun media sosial.
Memangnya apa alasan kuat di balik aturan ini, Min?
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan anak di ruang siber. Berdasarkan kajian mendalam, anak-anak di bawah usia 16 tahun di anggap belum memiliki kematangan secara emosional dan kognitif yang cukup untuk menghadapi berbagai ancaman di media sosial (medsos), mulai dari perundungan siber (cyberbullying), konten eksplisit, hingga jeratan judi online. Kebijakan ini juga merujuk pada praktik serupa yang mulai diterapkan di berbagai negara maju, seperti Australia, yang baru saja mengesahkan aturan serupa guna melindungi privasi dan kesehatan mental anak.
Tapi, gimana caranya pemerintah memastikan aturan ini benar-benar berjalan?
Komdigi menjelaskan bahwa implementasi aturan ini tidak akan main-main. Pemerintah akan mewajibkan platform media sosial untuk meningkatkan sistem verifikasi usia yang lebih ketat, termasuk penggunaan identitas resmi atau teknologi pengenalan wajah yang terenkripsi. Apabila terdapat platform yang masih meloloskan anak di bawah 16 tahun mendaftar tanpa izin orang tua atau mekanisme pengawasan yang jelas, Komdigi tidak segan-segan untuk memberikan sanksi administratif berat hingga pemblokiran layanan di Indonesia.
Sobat tahu enggak, dampak buruk yang terjadi jika anak di bawah umur bermain medsos?
Selain risiko terpapar konten negatif, data menunjukkan bahwa tingginya durasi penggunaan media sosial berkorelasi langsung dengan penurunan prestasi akademik dan gangguan pola tidur pada remaja. Peneliti psikologi anak menyebutkan bahwa media sosial seringkali menciptakan standar hidup yang tidak realistis, yang memicu kecemasan dan depresi pada anak-anak yang masih dalam tahap pencarian jati diri.
Semoga langkah tegas ini benar-benar efektif melindungi adik-adik kita dari sisi gelap dunia digital ya, Sobat.
Tiga Koridor Sekaligus! Trans Banyumas akan Buka Rute Baru Melewati Stasiun Purwokerto

(Sumber: tribunnews.com)
Kabar gembira datang dari sektor transportasi di jantung Jawa Tengah. Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Banyumas membawa angin segar bagi para pengguna kereta api dengan rencana pembukaan rute baru yang akan langsung masuk ke area pintu barat Stasiun Purwokerto. Menariknya, layanan ini tidak hanya melibatkan satu rute, tetapi juga langsung dari tiga koridor sekaligus! Wah, membayangkan kemudahan aksesnya saja sudah bikin senang, ya, Sobat.
Kira-kira koridor mana saja, ya, yang akan lewat stasiun?
Berdasarkan informasi dari pengelola PT Banyumas Raya Transportasi, rencana integrasi ini akan dilayani oleh tiga koridor utama, yaitu koridor 1 yang melayani rute Ajibarang, koridor 3A dari Terminal Bulupitu, dan juga koridor 3B yang melewati area Beji serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Wah, kapan rute ini mulai bisa kita nikmati, Min?
Pihak operator menyatakan kesiapannya untuk mengoperasikan rute ini guna menyambut masa angkutan Lebaran 2026. Saat ini, fokus utama tinggal menunggu kesiapan teknis di lapangan. Pihak KAI Daop 5 Purwokerto tengah melakukan perbaikan lintasan drop-off agar bus besar Trans Banyumas dapat keluar dan masuk di area pintu barat dengan aman dan nyaman bagi penumpang.
Sobat tahu enggak? Ternyata, inisiatif ini lahir dari keluhan banyak penumpang kereta api, loh!
Selama ini, para penumpang terutama pemudik yang membawa tas dan koper besar sering mengeluh karena harus berjalan cukup jauh menuju halte di Pasar Pon untuk bisa naik bus Trans Banyumas. Dengan masuknya bus langsung ke pintu barat stasiun, kesulitan tersebut diharapkan tidak akan ada lagi. Bahkan, sistem integrasi ini memungkinkan penumpang dari koridor 4 (rute Terminal Bulupitu – Kota Lama) tetap menjangkau stasiun dengan berpindah ke koridor 3A di Terminal Bulupitu.
Semoga pengerjaan lintasan berjalan lancar sehingga layanan BRT ini dapat segera beroperasi ya, Sobat!
Penulis: Angely Puspita Sari & Hafshoh Sirin