BEM Unsoed – Telah dilaksanakan Aksi Kamisan dengan tajuk “Dari Munir Hingga Affan Kurniawan, Ingatan yang Menolak Padam” pada Kamis (03/09), pukul 16.00–17.30 WIB di depan Tugu Pembangunan Purwokerto. Aksi damai ini digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap diam negara sekaligus upaya menjaga ingatan publik terhadap berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia yang belum terselesaikan, dengan secara khusus mengenang Munir Said Thalib dan Affan Kurniawan.
Melalui aksi ini, mahasiswa berupaya menjaga ingatan publik atas kasus-kasus tersebut, sekaligus mengkritik sikap negara yang dinilai belum sepenuhnya memberikan keadilan dan pertanggungjawaban kepada korban serta keluarga korban. Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed), BEM dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed, Amnesty International Chapter Unsoed, serta sejumlah elemen mahasiswa lainnya. Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari media massa yang melakukan peliputan.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Rangkaian aksi diawali dengan pembukaan oleh moderator yang bertujuan membangun suasana dan memantik semangat massa aksi. Aksi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian orasi dari peserta aksi yang memuat kritik terhadap berbagai persoalan pelanggaran hak asasi manusia. Sebagai penutup, massa aksi menyanyikan lagu “Di Udara” karya grup musik Efek Rumah Kaca sebagai bentuk penghormatan dan pengingat terhadap Munir dan Affan.
Secara keseluruhan, aksi berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian aksi berjalan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan. Melalui Aksi Kamisan ini, diharapkan negara dapat segera bertanggung jawab atas berbagai kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat, serta memberikan keadilan yang layak bagi korban dan keluarga korban.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa