BEM Unsoed – Telah dilaksanakan program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2024, yaitu Aksi Kamisan: Peringatan Darurat Selamatkan Demokrasi yang dilaksankan pada Kamis, 22 Agustus 2024 di Alun-alun Purwokerto pukul 16.00 WIB.  Aksi ini ditujukan kepada pemerintah untuk sigap menegakan kembali Amanat Konstitusi Negara Republik Indonesia 1945. Aksi Kamisan ini dilaksanakan sebagai bentuk keresahan terhadap penindasan Joko Widodo selama 10 tahun masa kepemimpinannya sebagai presiden Indonesia. Khususnya pasca adanya wacana Revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada), hal ini menjadi indikasi matinya demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, Aksi Kamisan ini menjadi wadah menyampaikan keresahan bersama warga Banyumas menindak lanjuti pemerintahan yang ugal-ugalan dalam Pilkada serentak nanti.

Aksi  Kamisan yang terbuka untuk seluruh warga Banyumas memiliki  tajuk “Peringatan Darurat Selamatkan Demokrasi” massa yang berkumpul di Alun-alun Purwokerto bersama menyuarakan aspirasi dan keresahan nya mengenai runtuhnya demokrasi di masa kepemimpinan Jokowi. Aksi ini merupakan aksi simbolik yang mana massa mengenakan baju hitam untuk menggambarkan berkabungnya masyarakat Banyumas tentang bagaimana demokrasi di Indonesia yang kian dilucuti oleh penguasa kapitalis birokrat. Aksi mimbar bebas juga menjadi cara massa dalam menyerukan keresahannya. Beberapa diantaranya ada penampilan seni musik dengan lagu yang menyadarkan kita akan kondisi negara kita yang sedang tidak baik-baik saja, lalu terdapat instalasi seni penggambaran dinasti yang culas akan keserakahan berkuasa. Tak hanya itu massa aksi simbolik ini juga menyampaikan beberapa orasi. 

Semakin sorenya hari, suasana kamisan yang dihadiri oleh para aktivis kamisan terasa semakin hangat dan penuh semangat. Dalam momentum ini, setelah mereka selesai dihimbau untuk melanjutkan kegiatan malam hari yang telah direncanakan dengan matang. Konsolidasi yang akan dilakukan bukan hanya sekedar agenda biasa, melainkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat solidaritas dan memperdalam diskusi mengenai isu-isu krusial yang dibawa yakni demokrasi. Dengan harapan yang tinggi, warga Banyumas bersiap untuk menghadapi malam yang penuh makna, di mana setiap langkah dan keputusan akan menjadi bagian dari sejarah perjuangan mereka.

Dengan aksi kamisan ini harapannya dapat membuka mata para mereka yang masih tidak peduli atau tone deaf akan kebijakan yang seenaknya dibangkang oleh yang memiliki kekuasaan. Padahal disamping itu mereka juga lah yang menentukan akan kemana arah negara ini selanjutnya. Selain itu, aksi kamisan juga menjadi sarana untuk menolak lupa dan merawat ingat atas tragedi-tragedi Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi baik masa lalu ataupun hari ini.

Hidup Korban!

Jangan Diam!

Lawan! 


Penulis : Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor : Khazimatul Karimah