BEM Unsoed – Telah dilaksanakan program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jederal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2024, yaitu Aksi Kamisan “September Hitam” pada Kamis (5/9) di depan Tugu Pembangunan Purwokerto. Tugu Pembangunan ini memiliki simbol yang kuat sebagai tempat advokasi menyuarakan keadilan bagi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Aksi ini digelar dengan tajuk “September Hitam” yang merupakan bentuk solidaritas dan peringatan atas berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, khususnya pada bulan September. Aksi ini diadakan sebagai bentuk refleksi atas ketidakadilan yang menelan banyak korban jiwa, serta mengingatkan pemerintah akan pentingnya penegakan HAM di negeri ini.

Aksi Kamisan diselenggarakan untuk memperingati berbagai tragedi pelanggaran HAM yang terjadi di bulan September, seperti peristiwa 30 September 1965, Tragedi Semanggi, dan lainnya. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah agar tidak melupakan sejarah kelam ini serta mendesak keadilan bagi para korban dan keluarganya. Aksi ini dihadiri oleh mahasiswa Unsoed, perwakilan dari Aksi Kamisan Purwokerto, serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap isu HAM, dan beberapa komunitas yang berfokus pada keadilan sosial dan HAM. Aksi dimulai dengan orasi dari para aktivis dan mahasiswa yang menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi pada bulan September dari masa lalu hingga sekarang. Aksi dilanjutkan dengan pembacaan puisi, serta beberapa cerita tentang pelanggaran HAM yang sampai saat ini masih belum menemukan titik terang di Indonesia. Cerita dibawakan oleh beberapa mahasiswa yang menghadiri aksi kamisan di Jakarta dan bertemu langsung dengan keluarga korban pelanggaran HAM. Aksi berlangsung dengan damai dan tertib. Meski suasana haru dan reflektif sangat terasa, semangat solidaritas dan perjuangan untuk menuntut keadilan begitu kuat dalam orasi dan aksi simbolis yang dilakukan. Peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung. Meskipun sempat turun hujan, tetapi tak menyurutkan semangat mereka.
Penulis : Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor : Khazimatul Karimah