Halo, Sobat Gensoed!
Wah, tidak terasa kita sudah memasuki pertengahan bulan Juli ya, Sob! Dalam sepekan ini ada berita yang membuat naik darah, ada yang membuat prihatin, dan ada juga kabar inspiratifnya, lho. Sobat jangan sampai enggak update berita hanya karena sedang liburan ya, penasaran bukan?
Yuk, kita ulik beritanya satu per satu!
Sorotan Kasus Korupsi Eks Jampidsus! Kejaksaan Agung Lanjutkan Proses Penyidikan

(Sumber: nasional.kompas.com)
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, ditetapkan sebagai tersangka pada hari Sabtu (11/07) oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polisi Republik Indonesia (Kortas Tipidkor Polri). Perkara ini mencakup tiga kasus utama, yaitu korupsi pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), penyimpangan dana di PT Asabri, dan proyek PT Krakatau Steel. Penyidikan kasus yang menjerat mantan pejabat tinggi tersebut kini telah dilimpahkan dari Polri ke Kejaksaan Agung untuk ditangani lebih lanjut.
Waduh, bagaimana kronologi dugaan korupsinya, Min?
Penyidikan bermula dari dugaan penyimpangan dalam pemenuhan pasokan batu bara ke sejumlah PLTU pada periode 2018–2026. Penyidik menemukan indikasi manipulasi dokumen kualitas dan kuantitas batu bara yang menyebabkan pembayaran tidak sesuai dengan kondisi pasokan sebenarnya. Kerugian negara akibat perkara tersebut diperkirakan mencapai Rp34,6 triliun. Kejadian tersebut juga berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jabodetabek.
Lalu, bagaimana kelanjutan proses hukumnya sekarang, Min?
Meski telah berstatus tersangka, Febrie Adriansyah belum juga ditahan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Kuasa hukumnya menyampaikan bahwa Febrie telah menjawab 18 pertanyaan penyidik terkait kasus PT Asabri dan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Selain itu, pihak kuasa hukum menilai tidak ada alasan untuk melakukan penahanan karena Febrie telah mengundurkan diri dari jabatannya, Polri juga telah melimpahkan seluruh barang bukti berupa uang tunai dan 74 kilogram emas, serta telah dikenai pencegahan bepergian ke luar negeri.
Semoga seluruh proses penyidikan dapat berjalan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum tetap terjaga ya, Sob!
Akibat Minim Pendaftar, Puluhan SD-SMP Negeri di Banyumas Kekurangan Murid Baru

(Sumber: metrotvnews.com)
Astaga! Sebanyak 61 SD negeri dan 8 SMP negeri di Kabupaten Banyumas masih kekurangan murid pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas mengizinkan sekolah yang belum memenuhi kuota untuk membuka pendaftaran secara luar jaringan (luring) setelah mendapat persetujuan Bupati Banyumas.
Mengapa kebijakan itu dilakukan, Min?
Tujuannya agar peserta didik yang baru mendaftar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar sejak hari pertama sekolah. Selain itu, Dindik Kabupaten Banyumas juga akan menjadikan kondisi ini sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan SPMB di tahun berikutnya dapat berjalan lebih optimal.
Lalu, sekolah mana yang terdampak?
Salah satunya adalah SD Negeri Kranji 8 yang hingga hari pertama masuk sekolah baru menerima tiga siswa baru di kelas I. Menurut pihak sekolah, minimnya pendaftar dipengaruhi oleh penerapan SPMB dalam jaringan (daring) yang masih baru di jenjang SD serta letak sekolah yang tidak berada di jalur utama. Meski begitu, SD Negeri Kranji 8 tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswanya.
Menurut Sobat, apa yang perlu diperbaiki agar semua sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh peserta didik? Semoga evaluasi SPMB ke depan dapat menghadirkan solusi yang lebih baik, ya!
Perkuat Resiliensi Desa: Unsoed Terjunkan 3.761 Mahasiswa KKN hingga Mancanegara

(Sumber: unsoed.ac.id)
Kabar baik, Sobat!
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi melepas 3.761 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026. Dengan mengusung tema “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global”, KKN tahun ini menjadi bentuk komitmen Unsoed dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
Memangnya, mahasiswa KKN akan ditempatkan di mana saja, Min?
Selama 35 hari, mahasiswa akan diterjunkan ke sembilan kabupaten di Indonesia melalui berbagai skema KKN, mulai dari pemberdayaan masyarakat, kebencanaan, literasi, hingga infrastruktur. Tidak hanya itu, Unsoed juga mengirim mahasiswa untuk KKN Internasional di Malaysia, Thailand, Vietnam, juga Hong Kong sebagai duta akademik dan budaya Indonesia.
Keren, ya, Sob! Lalu, apa harapan dari KKN tahun ini?
Rektor Unsoed menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga mendorong mahasiswa berkontribusi dalam penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan literasi, edukasi kesehatan, hingga pendataan kemiskinan.
Nah, Sob! KKN menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.
Penulis: Fitriana Oktavia dan Hafshoh Sirin