BEM Unsoed – Telah dilaksanakan program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) 2024, yaitu Aksi Kamisan “September Hitam : Memperingati 40 Tahun Tragedi Tanjung Priok” pada Kamis (12/09) di depan Tugu Pembangunan Purwokerto. Tugu Pembangunan ini memiliki simbol kuat sebagai ruang advokasi untuk menyuarakan keadilan bagi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Aksi yang digelar dengan tajuk “September Hitam : Memperingati 40 Tahun Tragedi Tanjung Priok” ini merupakan bentuk solidaritas dan peringatan atas berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, khususnya pada bulan September. Aksi ini diadakan sebagai bentuk refleksi atas ketidakadilan yang menelan banyak korban jiwa, serta mengingatkan pemerintah akan pentingnya penegakan HAM di negeri ini.

(Sumber : Kementerian Aksi dan Propaganda)

Aksi kamisan diselenggarakan untuk memperingati 40 Tahun Tragedi Tanjung Priok. Tujuannya adalah untuk mengingatkan masyarakat atas dosa-dosa pemerintah dan agar pemerintah tidak lepas tangan atas perbuatan mereka, serta mendesak keadilan bagi para korban dan keluarganya. Aksi ini dihadiri oleh mahasiswa Unsoed, mahasiswa Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), perwakilan dari Aksi Kamisan Purwokerto, serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap isu HAM, dan beberapa komunitas yang berfokus pada keadilan sosial dan HAM. Aksi dimulai dengan massa aksi berkumpul di Pusat Kegiatan Mahasiswa Unsoed (PKM), kemudian memberikan pencerdasan sedikit tentang isu yang akan kita kawal kali ini. Dilanjutkan dengan konvoi menuju titik aksi yaitu Tugu Pembangunan. Aksi damai dimulai dengan orasi dari para aktivis dan mahasiswa yang menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi pada Tragedi Pembantaian Tanjung Priok pada 12 September 1984. Aksi dilanjutkan dengan pembacaan puisi, serta beberapa cerita tentang upaya-upaya pembungkaman oleh aparat tentara terhadap teman-teman aktivis kamisan. Cerita dibawakan oleh beberapa teman-teman yang menghadiri aksi kamisan. Aksi berlangsung damai dan tertib. Meski suasana haru dan reflektif sangat terasa, semangat solidaritas dan perjuangan untuk menuntut keadilan begitu kuat dalam orasi dan aksi simbolis yang dilakukan. Peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung. Meskipun cuaca panas, tetapi tak menyurutkan semangat mereka.



Penulis : Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor : Khazimatul Karimah