
BEM Unsoed – Telah dilaksanakan Aksi Nasional 9 Tahun Jokowi pada Jumat, 20 Oktober 2023 pukul 15.30—19.45 WIB dengan titik kumpul di Ikatan Restoran dan Taman Indonesia serta titik aksi di Depan Istana Negara. Aksi Nasional 9 Tahun Jokowi merupakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia. Massa aksi membawakan 13 poin tuntutan, yaitu Wujudkan Pendidikan yang Demokratis dan Ilmiah, Tegakkan Reformasi Hukum, Berantas KKN, Tolak Dwifungsi TNI/Polri, Tingkatkan Aksesibilitas dan Ekuitas Layanan Kesehatan, Usut Tuntas Kekerasan Aparat, Usut Tuntas Konflik di Daerah PSN, Wujudkan Pemilu yang Adil dan Bersih, Putihkan Noktah Hitam Lingkungan, Usut Tuntas Berbagai Pelanggaran HAM Berat, Wujudkan Pemerataan pembangunan dan pembangunan berdasarkan HAM, Perbaikan sistem pertanian di Indonesia serta Tinjau Ulang Sistem Perekonomian Indonesia.
Aksi ini dilakukan atas dasar ketidakpuasan masyarakat terhadap 9 tahun menjabatnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia. 13 tuntutan yang dibawakan oleh massa aksi menggambarkan bahwa saat ini Indonesia masih memiliki segudang permasalahan yang belum dapat tertangani dalam jangka waktu kepemimpinan Presiden Jokowi yang tidak singkat. Oleh karena itu, massa aksi membawakan tajuk ‘Aksi Nasional: 9 Tahun Jokowi, #JokowiPengkhianatReformasi’ sebagai bentuk kekecewaan atas pengkhianatan reformasi yang dilakukan di era kepemimpinan Jokowi. Massa yang hadir dalam Aksi Nasional ini antara lain ada BEM Seluruh Indonesia Kerakyatan, BEM Seluruh Indonesia Rakyat Bangkit, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia, dan masyarakat umum.


Massa aksi mulai berkumpul di Ikatan Restoran dan Taman Indonesia pada pukul 14.00 WIB. Kemudian mobil komando tiba pada pukul 15.30 WIB dan massa aksi dikumpulkan untuk beriringan menuju ke depan Istana Negara. Massa aksi yang ingin melakukan aksi tepat di depan Istana Negara ditahan dengan beton dan kawat berduri sehingga aksi dilakukan cukup jauh dari tempat tujuan. Aksi diawali dengan orasi dari berbagai perwakilan lembaga termasuk orasi dari Presiden BEM Universitas Jenderal Soedirman, Bagus Hadikusuma. Dalam aksi ini terdapat 12 orang masa aksi yang ditangkap pada saat perjalanan menuju titik aksi serta 3 massa aksi yang ditangkap dan direpresi saat aksi sedang berlangsung.
Pada pukul 19.45 WIB, massa aksi dipaksa untuk membubarkan diri oleh pihak kepolisian. Hingga aksi berakhir tidak ada itikad baik dari pihak Istana negara yang menemui massa aksi, kajian yang dibawa oleh massa aksi kemudian diterima oleh perwakilan Kantor Staf Kepresidenan, Yohanes Joko yang kemudian menjanjikan tanggapan paling lambat 7×24 jam sejak kajian diberikan.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Nafisha Rizky Dhiaz Zachrie