BEM Unsoed— Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Kementerian Analisis Isu Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Anstrat BEM Unsoed) 2025, yaitu Kelas Kajian pada hari Sabtu (21/09) — hari Minggu (22/09) pukul 08.00 WIB di Gedung Integrated Health Sciences Building (IHSB) Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed. Kelas Kajian merupakan program kerja struktural Kementerian Anstrat berupa kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kelas dan diskusi interaktif sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa dalam kajian bidang sosial politik.

(Sumber: Kementerian Analisis Isu Strategis )

Kelas Kajian diselenggarakan sebagai kegiatan yang mendorong mahasiswa agar memiliki kemampuan kompeten merumuskan gagasan sehingga dapat dituangkan dalam bentuk kajian analitis. Salah satu tujuannya supaya dapat menghasilkan gerakan intelektual yang lebih luas. Kegiatan ini dikoordinir oleh staf dan interstellar Kementerian Anstrat dengan Willy Henggar sebagai project officer. 

Kelas Kajian ini dilaksanakan selama dua hari. Di hari pertama terdapat sesi seminar 1 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kebebasan Sipil. Dilanjutkan dengan FGD serta pembuatan outline kajian. Selanjutnya, di hari kedua terdapat sesi seminar 2 tentang Independensi Kampus dari Ranah Militer yang dilanjutkan dengan forum group discussion (FGD). Peserta juga melakukan presentasi sekaligus membedah hasil outline kajian, dan diakhiri quiz post-class.

Pada Kelas Kajian kali ini terdapat 69 pendaftar dan dihadiri oleh 25 peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber. Narasumber hari pertama adalah Bapak Manunggal Kusuma Wardaya, S.H., LL.M., Ph.D. Dosen Fakultas Hukum, Unsoed dan narasumber hari kedua adalah Dr. Arizal Mutahir, S.Sos., M.A. Kepala Laboratorium Sosiologi, Unsoed. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Anstrat ini berlangsung lancar dan antusias. Para peserta juga aktif baik pada sesi seminar, tanya jawab, maupun FGD.


Penulis: Kementerian Analisis Isu Strategis

Editor: Iges Tahtia Wardani