BEM Unsoed – Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Pempu BEM Unsoed) 2026, yaitu Lukis Demokrasi pada hari Rabu (20/05) pukul 08.00–11.45 WIB bertempat di SMAN 1 Baturraden. Lukis Demokrasi merupakan kegiatan kreatif yang melibatkan siswa-siswi sekolah dalam mengeksplorasi nilai-nilai kesetaraan gender melalui media seni. Kegiatan ini dikemas sebagai ruang ekspresi sekaligus sarana edukasi agar peserta dapat memahami isu sosial melalui pendekatan yang interaktif dan kreatif.

(Sumber: Kementerian Pemberdayaan Perempuan)
Kegiatan Lukis Demokrasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai demokrasi, kesetaraan, dan partisipasi sosial. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong pemikiran kritis pelajar dalam menganalisis isu-isu sosial melalui media seni serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama melalui diskusi kelompok.

(Sumber: Kementerian Pemberdayaan Perempuan)
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Seminar Kesetaraan Gender yang diikuti oleh siswa-siswi SMAN 1 Baturraden. Seminar berlangsung selama 40 menit dengan menghadirkan Dr. Eri Wahyuningsih, S.Ked., M.Kes. selaku pembicara. Setelah sesi seminar selesai, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan satu set alat melukis serta memperoleh tema secara acak dari tiga tema yang telah disiapkan. Karya lukisan yang dibuat berbentuk propaganda visual yang bertujuan menyuarakan perubahan sosial, membangun kesadaran, serta mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan mendukung kesetaraan gender. Kegiatan ini turut melibatkan siswa-siswi SMAN 1 Baturraden, volunteer, serta seluruh staf Kementerian Pempu. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni yang menambah antusiasme peserta.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Setelah proses melukis selesai, setiap kelompok mempresentasikan makna di balik karya yang telah dibuat dari berbagai perspektif, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama untuk memperluas wawasan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kesetaraan gender, tetapi juga mampu menjadikan seni sebagai media penyampaian aspirasi untuk membangun kesadaran sosial di lingkungan sekitar.
Penulis: Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Editor: Hafshoh Sirin