Halo, Sobat Gensoed!

Senang bisa menyapa Sobat kembali di Weekly Report edisi kali ini. Jujur~ Indonesia saat ini sangat tidak baik-baik saja, Sob. Oleh karena itu, pekan ini Mimin membawakan berita-berita yang tidak boleh terlewatkan. Sudah siap membaca keresahan yang terjadi? Langsung simak saja, Sob!


Gulingkan Prabowo-Gibran: Aliansi BEM Banyumas Raya Gelar Aksi Tuntutan

(Sumber: Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar Aksi Tuntutan bertajuk “Revolusi Indonesia: Gulingkan Prabowo-Gibran” di depan Pendopo Sipanji, Purwokerto, pada hari Sabtu (13/06). Aksi ini merupakan respons kolektif atas kebijakan-kebijakan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai merugikan rakyat. 

Apa yang memicu terjadinya aksi ini, Min?

Ada banyak isu yang mendorong mahasiswa turun ke jalan. Pertama, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan pokok yang memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Kedua, pengesahan Rancangan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri) yang dianggap membuka ruang bagi aparat kepolisian untuk menduduki jabatan sipil. Mahasiswa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap menguras Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) tanpa dampak yang jelas bagi rakyat. 

Lalu, apa saja isi tuntutan dalam aksi ini?

Aksi ini menetapkan lima poin tuntutan, mulai dari efisiensi anggaran negara dengan menghentikan pemborosan APBN; stabilisasi dan penurunan harga bahan pokok serta BBM; penghentian program MBG beserta proyek Koperasi Desa Merah Putih; penegakan supremasi sipil; hingga desakan agar Prabowo-Gibran mundur dari jabatannya.

Bagaimana dengan teknis aksinya?

Konsolidasi sebelumnya dilakukan pada hari Jumat (12/06) dan dihadiri oleh perwakilan dari belasan lembaga mahasiswa se-Banyumas Raya. Peserta aksi berkumpul di Lapangan Purwanegara, kemudian melakukan long march menuju Pendopo Sipanji sebagai titik aksi.

Aksi unjuk rasa ini berakhir dengan Bupati Banyumas bersama perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas yang menemui massa dan membacakan kelima poin tuntutan tersebut secara bersama-sama di hadapan mahasiswa. Pemerintah daerah berjanji untuk mengawal aspirasi ini ke pemerintah pusat dan merampungkan surat pengantar resmi untuk segera dikirimkan ke Jakarta. Setelah kesepakatan dan pembacaan tuntutan tersebut selesai, massa aksi membubarkan diri dengan tertib serta tetap menegaskan akan terus mengawal janji tersebut hingga tuntas.

Jangan pernah takut untuk bersuara, ya, Sobat, sebab pemerintah seharusnya mendengar dan bertanggung jawab kepada rakyat!


Gawat! BBM Pertamax Alami Kenaikan Harga hingga 30%

(Sumber: oto.detik.com)

Alamak~ Harga BBM naik, Sob! Pada hari Selasa (09/06) Pertamina Patra Niaga bahwa harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green akan mengalami kenaikan yang berlaku mulai hari Rabu (10/06). Harga Pertamax (RON 92) semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Selain itu, Pertamina menegaskan bahwa kenaikan harga hanya berlaku untuk kedua jenis tersebut, sedangkan BBM jenis lainnya masih dibandrol dengan harga yang sama.

Kenapa, sih, harga BBM mengalami kenaikan?

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan serta kepastian pasokan energi. 

Waduh, naik setinggi itu pasti banyak yang terdampak, ya, Min?

Sayangnya iya, Sob! Dua jenis BBM yang mengalami kenaikan harga merupakan BBM kategori nonsubsidi alias pemerintah tidak memberi bantuan dana dari APBN guna memotong harga jual jenis ini. Banyak pengamat yang mengkhawatirkan efek domino dari kenaikan harga BBM ini. Misalnya, akibat dari naiknya harga BBM, dikhawatirkan masyarakat menengah ke atas akan turut berpindah pada barang subsidi. Lebih jauh lagi, apabila terjadi perpindahan besar-besaran dari pembelian barang nonsubsidi ke subsidi dapat memicu kelangkaan bahan bakar, lho!

Semoga harga BBM bisa kembali normal, ya, Sob! Kalau terus-terusan naik begini, bisa-bisa Mimin kemana-mana jalan kaki saja, deh.


Gempa Dahsyat Guncang Filipina Selatan, Picu Peringatan Tsunami di Indonesia

(Sumber: CNN Indonesia)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang kawasan lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Filipina Selatan, pada hari Senin (08/06) sekitar pukul 07.37 waktu setempat. Gempa ini tercatat sebagai yang terkuat mengguncang Filipina sejak 1976, sekaligus yang terkuat secara global pada 2026 berdasarkan data United States Geological Survey (USGS).

Seberapa parah dampaknya di Filipina, Min?

Gempa ini merobohkan sejumlah bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air bersih, serta memicu sedikitnya 10 kejadian tanah longsor di berbagai wilayah Mindanao. Video yang beredar di media sosial bahkan memperlihatkan sebuah pusat perbelanjaan di General Santos City runtuh menjadi puing-puing.

Per hari Rabu (10/06), jumlah korban tewas telah mencapai 53 orang dengan 17 orang masih dinyatakan hilang, sementara 487 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Lebih dari 149.000 orang terdampak bencana ini dengan lebih dari 41.000 warga terpaksa mengungsi. Hampir 3.000 rumah mengalami kerusakan, 18 jembatan dan 41 ruas jalan rusak, serta 238 fasilitas publik terdampak. 

Lalu, bagaimana dampaknya bagi Indonesia?

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa dan mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Gelombang tsunami terpantau sempat mencapai titik tertinggi di wilayah Talengan, mencapai 0,75 meter. Wilayah lain, seperti Melonguane, Tahuna, Paleleh, Bitung, dan Ternate juga mencatat kenaikan muka air laut, meski dalam ketinggian lebih rendah.

Peringatan dini tsunami resmi dinyatakan berakhir pada hari Senin (08/06) pukul 10.15 WIB. Di Sulawesi Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 53 bangunan mengalami kerusakan dengan kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebanyak 39 bangunan.

Bagaimana dengan upaya penanganan korban di lapangan?

Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih terus berlangsung, terutama di Kota General Santos serta Provinsi Sarangani yang menjadi wilayah terdampak paling parah. Di beberapa area Sarangani, akses masih hanya bisa dijangkau melalui helikopter.

Presiden Ferdinand Marcos juga telah menangguhkan seluruh kegiatan belajar mengajar di Pulau Mindanao dan menyerukan warga di daerah pesisir untuk mengungsi.

BMKG sendiri mengimbau masyarakat Indonesia di daerah terdampak untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas dan memastikan tidak ada retakan yang membahayakan sebelum memasuki rumah atau gedung. 

Semoga para korban segera mendapat pertolongan dan situasi di wilayah terdampak bisa segera pulih kembali, ya, Sobat. Jangan lupa untuk selalu waspada dan siap siaga, terutama bagi Sobat yang tinggal di wilayah rawan bencana!


Penulis: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa dan Maya Widya Hapsari