“Baru mau daftar magang, lomba, atau kepanitiaan, tetapi CV sama portofolio belum siap?”

Sobat pernah ada di posisi itu? Tenang, Sobat enggak sendirian. Banyak mahasiswa yang sebenarnya sudah punya pengalaman organisasi, kepanitiaan, bahkan karya, tetapi belum tahu cara membuat Curriculum Vitae (CV) dan portofolio yang menarik.

Padahal, CV dan portofolio sering jadi syarat penting untuk magang, lomba, beasiswa, bahkan kepanitiaan, lho! Keduanya juga bisa menjadi “kesan pertama” yang dilihat oleh recruiter atau panitia seleksi. Supaya Sobat tidak kebingungan lagi, sini Mimin kasih tipnya!

Kamu mahasiswa? Lakuin ini saja!

Membuat CV dan portofolio sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, Sobat. Selama tahu apa saja yang perlu ditampilkan, Sobat bisa mulai membuatnya sedikit demi sedikit. Dengan membaca tip berikut, Sobat bisa membuat CV dan portofolio yang lebih rapi, jelas, serta menarik.

Nah, berikut beberapa tip yang bisa Sobat coba.

1. Tulis CV secara ringkas dan relevan

Untuk kebutuhan kuliah, CV tidak perlu panjang. Cukup satu halaman berisi data diri, pendidikan, pengalaman organisasi atau kepanitiaan, serta keterampilan. Pilih yang paling relevan, ya! Psst, Sobat lagi siapin CV untuk apa? Sesuaikan isinya, ya. Tip dari Mimin, cantumkan skill dan pengalaman yang mendukung tujuanmu. Misalnya, tertarik di bidang desain? Tampilkan skill dan pengalaman desain yang pernah kamu kerjakan.

2. Mencantumkan pengalaman organisasi dan kepanitiaan

Kalau belum punya pengalaman kerja, tidak masalah! Sobat bisa memasukkan pengalaman organisasi, kepanitiaan, atau volunteer. Jangan lupa jelaskan peran dan kontribusi Sobat agar terlihat lebih “berisi”. Agar lebih terlihat, Mimin menyarankan untuk menjelaskan pengalaman secara kuantitatif sehingga pencapaian Sobat bisa lebih konkret. Misalnya, berhasil menggaet sebanyak 25 sponsor dalam suatu kepanitiaan atau memperoleh 1,1 juta tayangan dalam pembuatan konten.

3. Buat portofolio dari karya atau proyek yang pernah dibuat

Portofolio bisa berisi hasil desain, tulisan, proposal, dokumentasi acara, atau tugas kuliah yang pernah Sobat buat. Ini penting sebagai bukti nyata kemampuan Sobat.

4. Gunakan desain yang rapi dan profesional

Tidak perlu terlalu ramai yang penting mudah dibaca dan tersusun dengan baik. Gunakan font yang konsisten dan warna yang tidak berlebihan agar tetap terlihat profesional.

Perlu tahu juga, nih! Apa, sih, perbedaan CV ATS dan CV kreatif?

CV Applicant Tracking System (ATS) dibuat sederhana agar mudah terbaca oleh sistem rekrutmen. Tampilannya cenderung polos, tanpa banyak desain, dan fokus pada isi serta kata kunci. Jenis ini lebih aman digunakan saat melamar ke perusahaan atau instansi yang proses seleksinya sudah menggunakan sistem. 

Sementara itu, CV kreatif menonjolkan tampilan visual. Penggunaan warna, tata letak, dan desain dibuat lebih menarik. Jenis ini umumnya digunakan untuk bidang yang membutuhkan kreativitas, seperti desain, media, atau konten.

Namun, banyak orang memilih CV kreatif karena terlihat lebih menarik. Padahal, jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan, hasilnya bisa kurang efektif lho, Sobat. Beberapa sistem juga tidak dapat membaca CV dengan desain yang terlalu kompleks. Jadi, Sobat perlu menyesuaikan jenis CV dengan kebutuhan dan tujuan yang diinginkan, ya!

5. Pahami isi CV dan portofolio yang baik

Supaya tidak bingung, Sobat juga perlu tahu apa saja yang harus ada di dalam CV dan portofolio.

Isi CV umumnya meliputi:

1. Data diri (nama, kontak, email aktif)

Contoh:

Nama: Arjuna Pratama

No. HP: 0812-3456-7890

Email: arjunapratama@gmail.com

2. Riwayat pendidikan

Contoh:

S1 Manajemen, Universitas Jenderal Soedirman (2022–sekarang)

3. Pengalaman organisasi/kepanitiaan

Contoh:

Staff Departemen Komunikasi dan Informasi, BEM FEB Unsoed (2023–2024)

Mengelola media sosial dan publikasi kegiatan fakultas

4. Pengalaman lomba atau magang (jika ada)

Contoh:

Marketing Intern di PT Bina Karya Solusi (2024)

Membantu pembuatan konten promosi dan riset pasar

5. Skill (hard skill & soft skill)

Contoh:

Hard skill: Microsoft Office, Canva, Adobe Photoshop

Soft skill: komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu

6. Sertifikat atau pencapaian

Contoh:

Sertifikat Public Speaking (2023)

Oh iya, Sobat punya sertifikat atau pencapaian? Boleh banget dicantumkan di CV, apalagi kalau masih sesuai dengan bidang atau tujuan yang Sobat incar, seperti lomba, pelatihan, atau kursus. Namun, tidak perlu semuanya dituliskan, ya. Cukup pilih yang paling relevan agar CV tetap fokus dan mudah dibaca. Sertifikat juga tidak harus dilampirkan, kecuali jika diminta atau memang diperlukan sebagai dokumen pendukung.

Sedangkan portofolio berisi:

1. Kumpulan karya terbaik Sobat

2. Penjelasan singkat tiap karya (judul, peran, dan hasil)

3. Dokumentasi kegiatan atau proyek

4. Link akses (Google Drive, Behance, GitHub, atau platform lainnya)

5. Pastikan semua isi portofolio jujur dan sesuai fakta

6. Cek ulang sebelum dikirim

Untuk membantu Sobat memahami perbedaan CV ATS dan CV kreatif, Mimin sudah menyiapkan contoh pada lampiran berikut, nih. Sobat bisa langsung membandingkan tampilannya, ya.

(CV ATS)

(CV KREATIF)

Nah, sekarang Sobat sudah tahu kan, bagaimana cara mulai membuat CV dan portofolio? Semoga tip ini bisa membantu Sobat membuat CV dan portofolio dengan lebih mudah serta jelas, ya. Coba mulai dari apa yang sudah Sobat miliki, lalu kembangkan sedikit demi sedikit. Selamat mencoba dan semoga lancar, Sobat! 


Penulis: Febriane Prasella