BEM Unsoed — Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2026, yaitu Pernyataan Sikap: Luka Fisik, Luka Demokrasi yang dilaksanakan pada hari Minggu (15/03) pukul 17.00–selesai di Alun-Alun Purwokerto. Pernyataan sikap ini merupakan bentuk respons dan keprihatinan terhadap penyempitan ruang demokrasi, intimidasi terhadap kritik, serta ancaman terhadap kebebasan sipil dalam menyuarakan keadilan serta kebenaran di Indonesia. Pernyataan sikap tersebut dilaksanakan dengan melibatkan aliansi BEM Banyumas bersama dengan berbagai elemen mahasiswa di Banyumas.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Pernyataan sikap yang diselenggarakan merupakan bentuk respons dari kasus penyiraman air keras yang dilakukan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Selain itu, dikarenakan adanya rentetan peristiwa yang meliputi intimidasi, teror, dan kriminalitas terhadap pihak-pihak yang melontarkan kritik dinilai mengancam esensi demokrasi serta kebebasan sipil.

Dalam pernyataan sikap tersebut terdapat beberapa rangkaian acara yang meliputi penyampaian pernyataan sikap dan rekfleksi bersama mengenai kondisi demokrasi, respons atas upaya pembungkaman terhadap pihak-pihak yang kritis, serta vokal menyampaikan kritik terhadap pemerintah beserta kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Guna menyikapi hal tersebut, Aliansi BEM Banyumas Raya menuntut beberapa hal diantaranya:

  1. Mengecam keras segala bentuk kekerasan dan teror terhadap aktivis serta pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia;
  2. Mendesak Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus, termasuk mengungkap pelaku beserta aktor intelektual di balik serangan tersebut;
  3. Menuntut rezim Prabowo–Gibran untuk menjamin perlindungan nyata terhadap para pembela HAM, aktivis, dan masyarakat sipil yang memperjuangkan keadilan serta demokrasi;
  4. Menolak segala bentuk pembungkaman terhadap kritik publik melalui intimidasi, kriminalisasi, maupun kekerasan fisik;
  5. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi rakyat untuk memperkuat solidaritas dalam melawan segala bentuk penindasan serta menjaga ruang demokrasi yang bebas dan adil.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)

Pernyataan sikap berjalan dengan damai dan penuh semangat perlawanan meski di bawah guyuran hujan, sebagai upaya nyata untuk memantik kesadaran dan mengajak publik agar tidak apatis terhadap situasi negara saat ini. Massa aksi menyuarakan kritik tajam atas upaya pembungkaman dan tindak kriminalitas rakyat dengan dibuktikan oleh rentetan intimidasi terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Melalui pernyataan sikap ini, diharapkan masyarakat terus tergerak, berjuang bersama melawan penyempitan ruang demokrasi serta membela HAM yang kian terancam.


Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda

Editor: Angely Puspita Sari