BEM Unsoed — Telah dilaksanakan salah satu program kerja dari Kementerian Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Akspro BEM Unsoed) 2026, yaitu Aksi Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Rayakan dengan Aksi, Lawan Kebijakan yang Menggerogoti Rakyat Indonesia yang dilaksanakan pada hari Senin (23/02) pukul 13.00–18.00 di depan Gedung DPRD Lama lalu berpindah ke depan Rita Super Mall. Aksi mimbar bebas merupakan bentuk pernyataan sikap dari momentum HUT Banyumas yang ke-455 bersama aliansi BEM Banyumas Raya dan berbagai elemen mahasiswa di Banyumas.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Aksi ini dilakukan dalam bentuk mimbar bebas yang dibuka dengan orasi dari massa aksi, pernyataan sikap, kemudian menyanyikan lagu mars mahasiswa, lagu buruh tani, dan lagu darah juang. Aksi mimbar bebas tersebut dilaksanakan atas respons dari ketidakberpihakannya kebiijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Selain itu, aksi ini dilaksanakan pula untuk merespons isu pendidikan, isu lingkungan, isu demokrasi, isu Makanan Bergizi Gratis (MBG), dan isu demokrasi yang sampai saat ini masih belum terselesaikan.

(Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda)
Aksi berjalan secara tertib dan penuh semangat perlawanan, meski pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sempat melarikan diri saat massa aksi ingin menyampaikan pernyataan sikap. Massa aksi menggunakan pakaian hitam dan almamater kampus dengan membawa spanduk dan selebaran poster yang berisi kritik kepada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.
Penulis: Kementerian Aksi dan Propaganda
Editor: Kellia Dyvia Ameera