Ni hao! Wah, rasanya selalu menyenangkan ketika kita berjumpa ya, Sobat Gensoed. Mimin hadir kembali membawakan karya-karya indah Sobat sekalian, nih. Siapa tahu dengan melihat karya-karya ini, Sobat mendapatkan inspirasi dan semangat untuk berkarya. Yuk, check it out~


(Sumber: Estie Ningtyas)

Jenis Karya: Fotografi
Nama: Estie Ningtyas
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): I1C022088
Fakultas/Program Studi: Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes)/Farmasi
Judul Karya: Yang Pelan Tapi Mengakar
Makna Karya: Terkadang yang paling sederhana justru paling bermakna. Udara pagi, embun di ujung daun, dan tangan yang setia merawat ayam—semuanya mengajarkan kita untuk melambat, hadir, serta bersyukur

Di desa, kebahagiaan lahir dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan hati. Bukan soal banyaknya, melainkan seberapa sadar kita menikmatinya. Desa tak menjanjikan kemewahan, tetapi memberi ruang untuk kembali merasa cukup


(Sumber: Itsar Tsabit)

Jenis Karya: Seni Digital
Nama: Itsar Tsabit
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): K1C024027
Fakultas/Program Studi: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)/Fisika
Judul Karya: Despondency of Disappearance
Makna Karya: Kehilangan seseorang dapat membawa kesedihan yang tak diketahui kapan akan bisa dilupakan. Rindu itu boleh, tetapi jadikanlah rasa rindu tersebut sebagai doa untuknya


(Sumber: Ridofa Adovani Wibawa)

Jenis Karya: Fotografi
Nama: Ridofa Adovani Wibawa
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): A1D023006
Fakultas/Program Studi: Fakultas Pertanian (Faperta)/Agroteknologi
Judul Karya: Jejak Waktu di Tepi Samudra
Makna Karya: Perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan serta keindahan. Batu-batu kerikil di pantai melambangkan berbagai pengalaman hidup kita—ada yang kasar, halus, besar, kecil—semuanya telah diasah oleh gelombang waktu hingga menjadi bagian harmonis dari kehidupan. Bukit-bukit hijau yang menjulang di kejauhan mengingatkan kita pada tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Ombak yang terus bergulung menjadi simbol dinamika kehidupan yang tak pernah berhenti—membawa dan membawa pergi, membentuk juga mengubah. Langit biru yang luas memberikan rasa damai dan harapan, mengingatkan bahwa meskipun kita berdiri di antara bebatuan kehidupan yang keras, selalu ada ruang untuk bernapas serta memandang jauh ke depan


(Sumber: Fitri Ernalia)

Jenis Karya: Seni Lukis
Nama: Fitri Ernalia
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): F1B024072
Fakultas/Program Studi: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)/Administrasi Publik
Judul Karya: Somewhere to Go
Makna Karya: Suatu hari, aku akan berjalan di sisi sungai yang begitu segar. Bermandikan udara dengan harum pinus. Ditemani para daffodil yang bebas. Menuju air yang tumpah di sana atau mungkin menyentuh awan bersama sang gunung


(Sumber: Hava Dian Trisnani)

Jenis Karya: Fotografi
Nama: Hava Dian Trisnani
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): A0B024053
Fakultas/Program Studi: Fakultas Pertanian (Faperta)/Pengembangan Sumberdaya Lahan
Judul Karya: Faperta dalam Kesunyian
Makna Karya: Suasana fakultas pertanian di sore hari yang terbalut kesunyian dari hiruk pikuk mahasiswanya


(Sumber: Safrina Aulya Adhisty)

Jenis Karya: Seni Digital
Nama: Safrina Aulya Adhisty
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): J1B023102
Fakultas/Program Studi: Fakultas Ilmu Budaya (FIB)/Sastra Indonesia
Judul Karya: The Tragedy of Blooming
Makna Karya: Menggambarkan ketika seseorang bertekad untuk berani tumbuh, ia akan membuka diri pada rasa sakit serta harapan yang tak selalu menjadi nyata. Dalam upaya untuk menjadi versi terbaik diri, selalu ada keraguan yang berakar dan kecemasan terhadap hari esok. Hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap bunga pernah terguncang oleh badai, tetapi tetap memilih untuk mekar. Di situlah tragedi bahwa keindahan terkadang harus lahir dari luka


(Sumber: Muhamad Hafiz Ramadhan)

Jenis Karya: Fotografi
Nama: Muhamad Hafiz Ramadhan
Nomor Induk Mahasiswa (NIM): C1A025101
Fakultas/Program Studi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)/Ekonomi Pembangunan
Judul Karya: Tugu Bisu: Dulu Ada Kita, Kini Hanya Aku
Makna Karya: Ramai tetapi bisu. Kuda besi dan bahtera modern berlalu lalang. Cahaya langit disebabkan bintang. Hadirlah kita di sudut lingkaran takdir. Terasa istimewa Yogyakarta. Tugu bisu bersaksi, manisnya malam yang dihiasi manusia, kuda besi, bahtera modern, dan bintang-bintang. Meleburlah semua menjadi bahagia

Kini kembali di tempat dan sudut yang sama. Itu semua terasa hampa. Terasa jauh bintang-bintang kali ini. Terasa acuh manusia yang menjadi saksi. Terasa kurang ramai untuk dirayakan oleh mesin kuda besi dan bahtera modern yang berisik di malam itu


Cuantik polll ya, Sobat! Semoga dengan melihat karya-karya ini, Sobat sekalian memiliki inspirasi dan semakin semangat untuk berkarya. Mimin tunggu karya kalian di kesempatan lainnya ya, Sobat. Sampai jumpa~