Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana nih kabar kalian di minggu ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya, Sobat. Weekly Report kembali hadir dengan berita-berita yang seru dan menarik, nih. Yuk, langsung simak!
Pawai Kongco Makco Kembali!
Lasem Disulap Menjadi Lautan Merah Emas Setelah 12 Tahun Vakum

(Sumber: Detik.com)
Minggu ini ada festival budaya menarik nih, Sobat!
Pawai KongCo-MakCo Lasem di Rembang, Jawa Tengah, kembali digelar setelah vakum selama 13 tahun. Acara yang berlangsung pada 20 April 2025 ini dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai etnis dan komunitas. Mereka berkumpul di Kompleks Kelenteng Cu An Kiong di Desa Soditan dan sepanjang jalur Pantura Lasem, tepatnya di ruas Karangturi-Dorokandang. Peserta pawai berasal dari 70 daerah dan telah hadir sejak 17 April 2025. Mereka membawa Kim Sin (patung dewa pelindung) masing-masing untuk didoakan di kelenteng sebelum diarak keliling kota. Selama pawai, terdengar suara tetabuhan khas Tionghoa yang menambah kemeriahan suasana.
Very unique! Kira-kira festival ini diselenggarakan dalam rangka apa, Min?
Festival ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke-600 MakCo Thian Siang Sing Bodewa, dewa pelindung laut yang dihormati oleh komunitas Tionghoa di Lasem. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas etnis dan budaya. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, bersama Bupati Rembang Harno, meresmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa Melawan VOC di halaman Kelenteng Cu An Kiong sebagai bagian dari rangkaian acara. Giring menyebut bahwa Lasem merupakan simbol persatuan dan solidaritas antar komunitas, serta penting untuk menjaga keberagaman budaya di Indonesia.
Unsoed Menjadi Tuan Rumah UTBK 2025, Fasilitasi Ribuan Calon Peserta Termasuk Difabel

(Sumber: Banyumas.suaramerdeka.com)
Wah, UTBK-SNBT di Unsoed sudah mulai nih, Sobat!
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali dipercaya menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Sebanyak 18.070 peserta tercatat mengikuti UTBK di Unsoed, yang berlangsung mulai 23 April hingga 3 Mei 2025. Pelaksanaan ujian dilakukan setiap hari dalam dua sesi, guna mengakomodasi jumlah peserta yang besar dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan.
Kira-kira apa yang dipersiapkan Unsoed dalam menjadi tuan rumah, Min?
Untuk mendukung kelancaran proses seleksi, Unsoed menyediakan total 21 ruang ujian yang tersebar di 11 lokasi strategis di lingkungan kampus. Lokasi-lokasi tersebut meliputi berbagai fakultas dan gedung pendukung, seperti Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Laboratorium Riset, Gedung D Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian, UPT Bahasa, Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Gedung D FISIP, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Gedung IAB SBSN. Fasilitas ini dipilih dengan pertimbangan kapasitas serta kesiapan infrastruktur teknologi yang memadai.
Bagaimana dengan akses ujian bagi penyandang disabilitas, Min?
Menariknya, dari total peserta tersebut, terdapat tiga peserta penyandang disabilitas. Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip inklusivitas dan kesetaraan akses pendidikan, Unsoed menyediakan ruang ujian khusus yang ramah disabilitas di Gedung D Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian dan UPT Bahasa. Fasilitas ini dirancang agar peserta disabilitas dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal.
Hidup Perempuan yang Melawan!
Menyambut Hari Kartini dengan Memakai Kebaya

(Sumber: News.detik.com)
Apakah Sobat tahu di tanggal 21 April adalah peringatan Hari Kartini? Dengan cara apa Sobat memperingatinya?
Semarak peringatan Hari Kartini tahun ini diwarnai dengan gerakan masif mengenakan kebaya di berbagai penjuru tanah air, seperti Jakarta, Samarinda, Malang, dan banyak kota-kota lainnya sebagai simbol penghormatan terhadap sosok R.A. Kartini yang telah meletakkan fondasi perjuangan kesetaraan bagi perempuan Indonesia. Ribuan perempuan dari beragam latar belakang, usia, dan profesi dengan bangga mengenakan kebaya sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya sekaligus menegaskan kembali semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini.
Dalam peringatan Hari Kartini ini, apa yang Sobat harapkan untuk perempuan Indonesia kedepannya?
Menatap ke depan, semangat perjuangan Kartini diharapkan terus berkobar dalam sanubari setiap perempuan Indonesia, tidak hanya pada peringatan 21 April, namun dalam setiap langkah kehidupan. Kebaya yang membalut tubuh menjadi pengingat bahwa warisan budaya dan nilai perjuangan dapat berjalan beriringan, menciptakan generasi perempuan yang tidak hanya bangga akan jati dirinya, namun juga berani menerobos batas dan mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Penulis: Imam Malik Sudira & Ariel Al Farizi