Category: Press Release

Aksi Mimbar Bebas Memperingati 23 Tahun Reformasi

Posted: 25 Mei 2021
Comments: 0


(Penaburan bunga pada banner yang dibentangkan di atas aspal)
Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda




BEM Unsoed – Memperingati 23 Tahun Reformasi, Kementerian Aksi dan Propaganda BEM Unsoed menggelar Aksi Mimbar Bebas Memperingati 23 Tahun Reformasi pada Minggu, 23 Mei 2021. Rangkaian agenda ini berupa orasi politik dari perwakilan BEM Unsoed dan BEM Fakultas, serta melibatkan beberapa Lembaga Pers.





Agenda Mimbar Bebas Memperingati 23 Tahun Reformasi diselenggarakan dengan tujuan untuk menarik perhatian publik serta menyampaikan, bahwa cita-cita reformasi yang lahir pada 23 tahun silam tidak terimplementasikan sebagaimana mestinya dan justru dibenamkan oleh rezim yang berkuasa saat ini. Agenda ini dilaksanakan jam 14.00 sampai 16.00 WIB di Tugu Pancasila, Kota Purwokerto.





Dimulai dengan pembukaan dari koordinator lapangan Aksi Mimbar Bebas, lalu penyampaian orasi dari Presiden BEM Fakultas Peternakan Unsoed, Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unsoed dan Menteri Koordinator Politik Pergerakan BEM Unsoed.





(Penyampaian Orasi Politik oleh Menteri Aksi dan Propaganda)
Sumber: Kementrian Aksi dan Propaganda




Kemudian, agenda dilanjut dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri”. Setelah itu, penyampaian orasi politik kembali dilanjutkan oleh Presiden BEM Unsoed, Menteri Keuangan BEM Unsoed, Wakil Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unsoed, serta Menteri Kajian Aksi dan Strategis BEM Fakultas Peternakan Unsoed.





Ketika penyampaian orasi politik, massa aksi juga membagikan bunga yang di dalamnya terdapat permen dan catatan kecil berisi harapan untuk Indonesia setelah 23 tahun reformasi.





Agenda diakhiri dengan prosesi penaburan bunga pada banner yang dibentangkan di atas aspal. Prosesi penaburan bunga tersebut, memiliki makna bahwa cita-cita reformasi yang lahir pada 23 tahun silam telah mati.





(Pembagian Bunga dan Catatan berisi Harapan untuk Indonesia)
Sumber: Kemnterian Aksi dan Propaganda




Aksi Mimbar Bebas Memperingati 23 Tahun Reformasi berjalan dengan lancar, walaupun sempat ada kendala dari pihak kepolisian di awal acara. Karena secara tiba-tiba, memerintahkan massa aksi Mimbar Bebas untuk melakukan swabtest antigen tanpa pemberitahuan dan koordinasi sebelumnya.





Hal ini membuat massa aksi merasa ada keganjilan, yang menyebabkan massa aksi pada awalnya menolak perintah dari pihak kepolisian untuk melakukan swabtest antigen. Sebab hal tersebut dapat menjadi celah, untuk memanipulasi hasil swabtest antigen oleh aparat kepolisian guna mendelegitimasi gerakan mahasiswa.





Surat Edaran Kepala Satuan Tugas COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H, serta Peraturan Bupati Banyumas No. 1 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Kegiatan Kemasyarakatan Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Desease 19 (COVID-19) menjadi dalih pihak kepolisian.





Namun, isi dari surat edaran dan peraturan bupati banyumas tersebut, tidak ada korelasinya dengan perintah dari pihak kepolisian untuk melakukan swabtest antigen terlebih dahulu sebelum melakukan Aksi Mimbar Bebas.





(Massa Aksi Melakukan Swabtest Antigen)
Sumber: Kementerian Aksi dan Propaganda




Sebagaimana isi Surat Edaran Kepala Satuan Tugas COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H, serta Peraturan Bupati Banyumas No. 1 Tahun 2021 Tentang Pembatasan Kegiatan Kemasyarakatan Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Desease 19 (COVID-19), seolah-olah pihak kepolisian memiliki tujuan terselubung dari pelaksanaan swabtest antigen kepada massa aksi.





Massa aksi pun berdiskusi terkait perintah tersebut, dan hasil diskusi memutuskan untuk setuju melaksanakan swabtest antigen dengan syarat tidak semua massa aksi melakukannya, melainkan hanya beberapa saja yang diambil secara random sampling. Pelaksanaan swabtest antigen didampingi oleh dua orang massa aksi guna mengawasi serta mendokumentasikan jalannya proses swabtest antigen. Setelah terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak, akhirnya Aksi Mimbar Bebas Memperingati 23 Tahun Reformasi pun dapat dimulai










Penulis : Kementerian Aksi dan Kajian Strategis


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.