Category: Press Release

Bedah Buku Anstrat #2 : Orang Miskin Dilarang Sakit

Posted: 4 Agustus 2021
Comments: 0


(Sumber : Kementerian Analisis Isu Strategis)




Telah terlaksana program kerja Kementerian Analisis Isu Strategis yaitu bedah buku dengan judul buku “Orang Miskin Dilarang Sakit” karya Eko Prasetyo pada Minggu, 1 Agustus 2021 melalui Zoom Meeting. Bedah buku ini dilaksanakan dengan narasumber yaitu penulis dari buku tersebut yaitu Eko Prasetyo dan dimoderatori oleh Aulia Septia Wati dari kementerian analisis isu strategis. Bedah buku ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan literasi terutama dikalangan mahasiswa terkait buku dengan tema sosial dan politik.





Bedah buku ini dimulai pada pukul 13.00 yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu Mars Mahasiswa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan perkenalan narasumber yang dilanjutkan pemaparan materi dari narasumber yang sekaligus penulis buku Orang Miskin Dilarang Sakit. Acara bedah buku ini berjalan lancar dan peserta aktif untuk berdiskusi dengan narasumber. Acara diskusi yang selesai pada pukul 15.00 ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan pengumuman tiga peserta terbaik. 





(Sumber : Kementerian Analisis Isu Strategis)




Kesimpulan dari diskusi ini adalah :





Buku ini ditulis sebelum adanya BPJS dan pada saat itu biaya rumah sakit sangat mahal untuk dibayarkan terutama oleh orang miskin. Tapi saat ini pun biaya yang dikeluarkan BPJS  lebih digunakan untuk mengobati orang sakit karena memang gaya hidup yang tidak sehat dibandingkan untuk melakukan penyuluhan hidup sehat (kesehatan). Orang miskin juga hanya bisa mengakses fasilitas BPJS sampai puskesmas saja karena rumah sakit yang terlalu jauh dan sulit menjangkau transportasi, dengan akses rumah sakit yang hanya bisa diakses untuk mereka yang mampu. 





Buku Orang Miskin Dilarang Sakit ini masih relevan karena kita masih mengalami ketimpangan akses layanan, hampir semua rumah sakit berpusat pada kota besar sehingga orang miskin sulit mengaksesnya, yang kedua ketersediaan dokter yang terbatas terutama dokter spesialis, yang ketiga adalah kapasitas alat kesehatan dimana alat kesehatan lebih banyak impor sehingga sering krisis alat kesehatan.










Penulis : Kementerian Analisis Isu Strategis


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.