Category: Press Release

DISKON Hardiknas di Masa Pandemi : Berbagai Masalah Kebijakan Kampus Terhadap Mahasiswa

Posted: 5 Mei 2020
Comments: 0






Purwokerto, BEM Unsoed - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Aliansi Bem se-Unsoed mengadakan diskusi dengan tema "Hardiknas di Masa Pandemi : Berbagai Masalah Kebijakan Kampus Terhadap Mahasiswa". Diskusi ini dilakukan secara online melalui Google Meet pada Selasa (2/5) pukul 16.00-17.30 WIB. Agenda diskusi mengundang tiga pakar untuk memberikan pendapat dari berbagai sudut pandang. Ketiga pembicara tersebut ialah:





  1. Ubaid Matraji (Koordinator Nasional Jaringan pemantau Pendidikan Indonesia)
  2. T. Junaidi, S. E., M.Pi (Dosen FPIK Unsoed)
  3. Lugas Ichtiar (Koordinator Isu Pendidikan Tinggi BEM SI)




Materi pertama dalam diskusi ini disampaikan oleh Ubaid Matraji, membahas keadaan pendidikan Indonesia di masa pandemi. "Tidak hanya kampus yang terdampak, tetapi pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA juga turut terdampak pandemi Covid-19. Tetapi, kurikulum yang ada tidak siap untuk melakukan pembelajaran online dan masih belum memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung pembelajaran," jelas Ubaid.





T. Junaidi selaku Dosen FPIK Unsoed menjelaskan lebih mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di kampus. "Permasalahannya yaitu pada sumber daya manusia di level top leader, karena seringkali mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan apa yang dirasakan mahasiswa. Permasalahan selanjutnya yaitu pada dosen, yang terkadang overlapping dalam proses pembelajaran dan tidak melihat kemampuan mahasiswa. Kemudian muncul juga permasalahan mengenai transparansi anggaran, yang sampai sekarang masih belum bisa diselesaikan,” ungkapnya.





Pemotongan anggaran pendidikan dan carut-marut kebijakan kampus di tengah pandemi ini juga tak lepas dari sorotan pada agenda diskusi ini. Lugas Ichtiar, selaku Korsu Dikti BEM SI mengungkapkan permasalahan pendidikan tinggi di tengah pandemi. "Indonesia tidak siap mengahadapi pandemi ini. Terlihat dengan adanya pemotongan anggaran pendidikan sebesar tiga triliyun yang seharusnya anggaran tersebut tidak boleh disentuh. Kemudian semenjak kuliah daring, fasilitas kampus juga tidak bisa diakses. Mahasiswa bahkan ditambah beban kuota internet untuk proses pembelajaran ditambah dengan permasalahan UKT yang ada,” tambah Lugas.





Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebatas perayaan, melainkan menjadi momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi. Dengan adanya diskusi ini, harapannya wawasan kita dapat diperluas terkait permasalahan pendidikan hari ini.










Penulis : Dzaki Azhar





Editor : Chrisdian Provita Bella


Tags: , , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.