BEM Unsoed – Kementerian Pengembangan Literasi dan Keilmuan menyelenggarakan Festival Bahasa dan Sastra untuk masyarakat umum. Festival ini memiliki dua cabang acara, yaitu Lomba Bahasa dan Sastra (Lobasa) serta Seminar Literasi. Lobasa dan Seminar Literasi diadakan secara online. Adanya Festival Bahasa dan Sastra untuk meningkatkan keterampilan menulis sastra dan pengembangan minat literasi, khususnya kesusastraan serta meningkatkan minat baca pada masyarakat umum.

Lomba Bahasa dan Sastra merupakan kegiatan perlombaan dalam bidang literasi, khususnya sastra, berupa cipta puisi dan cipta cerpen. Setiap kategori lomba memiliki reward, kemudian 25 karya terbaik cipta puisi dan 25 karya terbaik cipta cerpen, karyanya akan dibukukan serta mendapatkan e-sertifikat. Tiga karya terbaik dari masing-masing kategori lomba akan mendapatkan e-sertifikat dan e-wallet. Para peserta yang tidak masuk dalam kategori 25 karya terbaik dan 3 karya terbaik juga tetap mendapatkan e-sertifikat. 

Lomba Bahasa dan Sastra ini dimulai pada tanggal 27 Mei 2022, pada tanggal tersebut para calon peserta lomba dapat mendaftarkan diri. Pengumpulan karya dimulai 13 Juni hingga 20 Juni 2022. Setelah para peserta mengumpulkan karyanya baru dimulai penjurian, kemudian PLK meminta bantuan kepada Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) untuk membantu panitia menilai karya dari para peserta. Penjurian dilakukan mulai tanggal 21 Juni hingga 13 Juli 2022. Setelah sesi penjurian selesai, pada tanggal 16 Juli 2022 terdapat pengumuman pemenang dari setiap kategori lomba. Pengumuman pemenang Lobasa 2022 diumumkan dalam rangkaian acara Seminar Literasi 2022.

Seminar Literasi merupakan kegiatan seminar yang mengundang pembicara yang berkompeten dalam bidang kepenulisan. Seminar Literasi dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2022. Selama persiapan, ada beberapa hal yang kurang matang, sehingga saat acaranya berlangsung ada beberapa kendala. Hal tersebut yang menjadi bahan evaluasi, harapannya seminar literasi selanjutnya dapat dipersiapkan dengan matang dan lebih baik lagi.


Penulis: Kementerian Pengembangan Literasi dan Keilmuan

Editor: Annisa Nurul Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *