Category: Press Release

Konferensi Pers Rilis Gerakan Soedirman Resah

Posted: 18 Juni 2021
Comments: 0


Sumber: Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa




Telah dilaksanakan Konferensi Pers yang diadakan oleh Gerakan Soedirman Resah (diwakili oleh lingkar Adkesma Se-Unsoed) dengan mengundang Lembaga Pers Mahasiswa pada Minggu, 3 Mei 2021 pukul 20.30 – 21.30 WIB yang dilaksanakan melalui tiga media yaitu melalui Zoom Meeting, Live Instagram, dan Live YouTube.





Konferensi Pers ini bertujuan untuk mengabarkan kepada mahasiswa serta menjelaskan terkait eskalasi Gerakan Soedirman Resah dalam momentum Hardiknas 2 Mei 2021 yang membahas isu Reformasi Birokrasi dan Keringanan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Baru di Unsoed, dengan susunan acara sebagai berikut:





  • Pembukaan oleh Moderator
  • Pemaparan isu oleh tim kajian terkait Reformasi Birokrasi dan Keringanan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Baru.
  • Pemaparan Timeline gerakan
  • Pernyataan sikap oleh Presiden BEM Unsoed
  • Sesi tanya jawab
  • Sesi foto bersama
  • Penutup




Kegiatan berjalan dengan lancar dan dinamis. Beberapa Lembaga Pers Mahasiswa juga mengonfirmasi terkait pelaksanaan “Dialog Terbuka Hardiknas” bersama dengan Rektor Unsoed yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2021 pukul 10.00 WIB.





Terdapat pernyataan sikap dari Fakhrul Firdausi selaku Presiden BEM Unsoed yaitu :





  1. Perbaiki kinerja birokrasi/layanan administrasi di Unsoed secara menyeluruh
  2. Adakan sistem yang jelas dan baik terkait koordinasi dengan bapendik fakultas
  3. Berikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa
  4. Melaksanakan koordinasi yang jelas antara bidang akademik, kemahasiswaan, dan keuangan
  5. Adakan mekanisme penyesuaian UKT untuk mahasiswa baru
  6. Adakan mekanisme pengangsuran/ cicilan UKT & UP




Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Lembaga Pers pada sesi tanya jawab antara lain :





  1. LPM Memi




Pertanyaan : Terkait timeline disebutkan tanggal 6 Mei pelaksanaan dialog terbuka, itu sudah disepakati atau masih dalam bentuk usulan?





Jawab :  Awalnya mengusulkan tanggal 5 Mei untuk pelaksanaan dialog terbukanya, tetapi setelah mengkonfirmasi dari pihak Pak Rektor menyanggupi pada tanggal 6 Mei di jam 10.00 WIB, karena di tanggal 5 Mei beliau ada kegiatan.





Pertanyaan : Tadi sudah dijelaskan beberapa kajian dan pernyataan sikap. Apakah gerakan ini hanya sampai pada dialog terbuka terlaksana atau seperti apa?





Jawab :  Dari kami target tuntutan bisa disepakati. Jika nantinya output dialog terbuka ini suara dan aspirasi didengarkan ,serta nantinya akan ada output berupa diskresi kebijakan baru, harapannya, pihak rektorat bisa mendengarkan keluh kesah kita dan bisa memberikan sebuah mekanisme keringanan UKT dan Uang Pangkal bagi mahasiswa baru. Untuk gerakan Soedirman Resah, harapannya gerakan ini akan bisa terus berjalan.





Pertanyaan : Terkait Soedirman Resah apakah bentuk dari aliansi baru? Karena sebelumnya sudah pernah ada aliansi yang bernama Soedirman Melawan.





Jawab :  Untuk gerakan Soedirman Resah ini lahir dari sebuah forum yang namanya Soeara Resah, ini merupakan forum untuk menghimpun aspirasi – aspirasi dan mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa. Untuk aliansinya merupakan aliansi baru lagi, karena Soedirman Melawan itu sudah tahun lalu dan yang sekarang ini lebih di-leading oleh Adkesma BEM Unsoed dan Adkesma BEM Fakultas.





Pertanyaan : Bagaimana kronologi kegiatan Soeara Resah yang akhirnya disepakati untuk dibawa ke pihak rektorat dan berapa orang yang hadir? Apakah ada dari pihak diluar pengurus BEM ?





Jawab : Soeara Resah itu merupakan forum yang menampung, menganalisis dan mengkaji berbagai keresahan yang dialami oleh KBMU. Di momentum Hardiknas kemarin, Soeara Resah dijadikan sebagai ajang menghimpun aspirasi dari teman – teman KBMU terkait dengan masalah birokrasi dan juga keringan biaya pendidikan di Unsoed. Di acara Soeara Resah kemarin dihadiri oleh 169 lebih partisipan yang tidak hanya dihadiri dari anggota BEM U dan BEM Fakultas tetapi ada juga teman – teman dari KBMU  lainnya seperti UKM Universitas, UKM Fakultas, dll.





Untuk kronologinya pertama kami menghimpun dan menjaring aspirasi yang masuk, kemudian dikerucutkan dan tema yang akan dibawa sudah ada. Jadi memang membawa tema Hardiknas dan juga membawa tema Birokrasi serta Biaya Pendidikan untuk Mahasiswa baru, dari situ teman – teman  KBMU menyampaikan aspirasinya yang kemudian  dikerucutkan menjadi sebuah permasalahan yang inti dan dituangkan kedalam kajian. Sebelumnya dari lingkar adkesma sudah membuat survei mengenai kinerja birokrasi dan di tahun lalu sudah ada survei mengenai UKT Mahasiswa baru, kemarin dari kami sudah membuat kajian dan dari situ juga disepakati lagi berupa tuntutan dan dari forum lingkar Presiden BEM se-Unsoed dan Adkesma disepakati nama gerakannya.





2. LPM Sketsa





Pertanyaan : Jika tuntutan – tuntutan tidak tercapai atau ada salah satu tuntutan yang tidak tercapai, apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan?





Jawab :  Akan lebih mendiskusikan kembali langkah apa yang akan dilakukan, tetapi ada beberapa opsi yang mungkin bisa dilakukan yaitu  membuat semacam aksi kronologis, menyampaikan kronologis dari aksi yang sudah dilaksanakan dan juga kenapa dari pihak rektorat bisa sampai tidak menerima tuntutan dan juga selanjutnya mungkin bisa dilakukan pembuatan petisi sebagai bentuk penekanan kembali kepada pihak rektorat. Itu merupakan opsi yang bisa menjadi planning jika tuntutan tidak disepakati.





3. LPM Pro Justitia





Pertanyaan : Relevansinya dengan Soedirman Melawan itu apa? Dan apa yang membedakannya?





Jawab :  Secara garis besar perbedaannya ada di isu yang diangkat. Tahun ini gerakan Soedirman Resah mengangkat dua isu ; yang pertama adalah Reformasi Birokrasi dan yang kedua soal Keringanan Biaya Kuliah. Sebenarnya bicara soal keringanan biaya kuliah itu sudah sempat diangkat juga di Soedirman Melawan tahun lalu, tetapi di tahun lalu itu lebih konsen kepada keringanan atau potongan UKT yang sifatnya universal teruntuk mahasiswa semester berjalan, sedangkan di Soedirman Resah tahun ini atau di momentum Hardiknas ini fokus kepada mahasiswa baru untuk UKT dan untuk Uang Pangkal. Seperti yang sudah diketahui,bahwasannya tidak ada keringanan atau mekanisme yang memudahkan mahasiswa baru ketika diterima di Unsoed untuk mendapatkan keringanan UKT dan Uang Pangkal, terlebih di situasi pandemi seperti saat ini





Pertanyaan : Konsistensi gerakan kedepannya bagaimana?





Jawab :  Untuk konsistensi gerakan isu kampus, BEM Unsoed sebagai organisasi yang  mempunyai fungsi advokasi dan kesejahteraan mahasiswa, kita akan akan terus konsisten mengawal atau mengadvokasikan berbagai keresahan yang dialami oleh mahasiswa Unsoed.





Pertanyaan : Siapa saja yang tergabung kedalam Soedirman Resah? Kajiannya dilakukan oleh siapa saja? Apa yang melatarbelakangi dilakukannya survei terkait dengan carut marut birokrasi?





Jawab :  Untuk Soedirman Resah ini secara umum itu KBMU, tetapi secara kelembagaan itu ada dari BEM Fakultas dan kami bergabung menjadi satu gerakan dan untuk kajiannya itu dikerjakan oleh beberapa BEM yang tergabung dalam tim kajian yaitu ada dari Adkesma BEM Unsoed, Kementerian Anstrat BEM Unsoed, Adkesma BEM MIPA, Adkesma BEM Fapet, Adkesma BEM Teknik, Adkesma BEM FEB, KBM Biologi, dan BEM FPIK. Latar belakangnya yaitu Adkesma memang sering sekali berhubungan dengan pihak birokrasi terutama untuk Adkesma fakultas dengan bapendik dan juga Adkesma BEM Unsoed dengan pusat administrasi dan rektorat, dan kami selaku lingkar adkesma merasakan banyak sekali hal – hal yang harus diperbaiki dari kinerja birokrasi di Unsoed. Contohnya, yaitu ketika kemarin ada KIPK yang menjadi hak dari mahasiswa, tetapi SK turun lama sekali bahkan sampai sekarangpun belum ada kejelasannya. Jadi, ketika kita menanyakan SK dari bagian akademik, keuangan, dan juga dari bagian kemahasiswaan melempar-lempar jawaban dan itu tidak cuma terjadi satu atau dua kali saja, ketika ada kebijakan yang harusnya langsung sampai ke fakultas, dari fakultas itu sampainya terlambat. Kami ingin mencari tahu dari teman – teman KBMU seperti apa persepsinya terhadap birokrasi, hal itu yang menjadikan alasan kami untuk membuat survei birokrasi tersebut, selain itu sebagai dasar dari kajian kami.





Pertanyaan : Apakah dari semua BEM Fakultas ikut tergabung? Kenapa gerakan Soedirman Melawan tidak diteruskan saja tetapi malah membentuk gerakan baru yaitu Soedirman Resah?





Jawab :  Untuk saat ini semua fakultas ikut bergabung, tapi yang belum memberikan kejelasan itu dari Fakultas Hukum, mungkin karena baru dan dalam masa peralihan. Karena perbedaan tuntutan dan perbedaan  kepentingan, dari kami sendiri ketika membuat forum itu disepakati membawa gerakan baru yang mana gerakan Soedirman Resah, karena menurut kami sendiri untuk gerakan Soedirman Melawan itu mungkin fokus isunya sama yaitu isu – isu kampus, tetapi dari kami sendiri memilih untuk membuat gerakan baru karena dipikir lebih sehat dan juga akan lebih dinamis serta gerakan Soedirman Melawan itu mungkin masih dipegang oleh pengurus sebelumnya.










Penulis : Kementerian Advokasi dan Kesejehteraan Mahasiswa


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.