Hola, Sobat Gensoed! Belajar lagi bersama Nulispedia, nih. Memang sejatinya pembelajar sepanjang hayat, pasti enggak lelah dong untuk menambah ilmu. So, Mimin kembali menyuguhkan bacaan bermanfaat yang ringan untuk dibaca, lhoo!

Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menyajikan Nulispedia sebagai ajang berbagi kepada Sobat Gensoed semua tentang bahasa Indonesia dan tata bahasanya. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Dalam dunia kepenulisan, pemakaian kata-kata, seperti “tidak”, “bukan”, dan “antar/antara” sering kali dianggap sederhana, tetapi penggunaannya yang kurang tepat dapat mempengaruhi kejelasan dan keakuratan pesan yang ingin disampaikan, Sobat! Dengan paham perbedaannya, ini akan sangat membantu kita menghindari ambiguitas dalam menulis. Sekarang, kita pahami ya kapan sih waktu yang tepat untuk menggunakan kata tersebut agar tersampaikan dengan jelas dan efektif kepada pembaca?

1. Pemakaian Kata “Tidak”

Kata “tidak” digunakan untuk menyangkal kata kerja (verba) dan kata sifat (adjektiva) yang berfungsi sebagai penyangkalan atau negasi atas kondisi atau tindakan tertentu. Contohnya seperti di bawah ini!

  • “Hari ini, Adam tidak berangkat ke kelas.” (menyangkal kehadiran)  
  • “Suasana ini tidak nyaman.” (menyangkal keadaan nyaman)

2. Pemakaian Kata “Bukan”

Nah, sebaliknya, kata “bukan” digunakan untuk menyangkal kata benda (nomina) atau frasa benda. “Bukan” juga berfungsi untuk mempertegas suatu pernyataan dengan memberikan pilihan lain atau memberikan kejelasan dalam menyanggah kesalahan. Contohnya seperti di bawah ini!

  • “Benda ini bukan meja.”  
  • “Pak Guntur bukan seorang guru.”  

Selain itu, penting untuk membedakan kapan menggunakan “tidak” dan kapan menggunakan “bukan” karena salah penggunaan bisa mengubah makna dan merusak kejelasan kalimat. Jadi harus teliti, ya!

3. Pemakaian Kata Antar dan Antara 

Kata “antar” digunakan sebagai kata depan yang menyatakan hubungan atau kegiatan yang melibatkan lebih dari satu pihak, sementara “antara” digunakan sebagai kata depan untuk menunjukkan ruang, jarak, atau posisi di tengah-tengah dua hal. 

  • Contoh pemakaian “Antar”: “Hubungan pertemanan antarmahasiswa Adminisitrasi Publik sangat erat.” (melibatkan dua atau lebih pihak)  
  • Contoh pemakaian “Antara”: “Buku itu terletak antara dua meja.” (posisi di tengah-tengah dua objek)

Selanjutnya, sangat penting untuk menentukan kapan penggunaannya baik dalam penulisan formal maupun informal karena keduanya menyampaikan hubungan atau posisi dalam konteks yang sangat berbeda.

Last, kita bisa pakai tip ini supaya gak salah lagi, lho!

  • Gunakan tidak untuk menolak kata kerja dan kata sifat.
  • Gunakan bukan untuk menolak kata benda dan frasa benda.
  • Gunakan antar untuk hubungan atau interaksi lebih dari satu pihak.
  • Gunakan antara untuk menunjukkan posisi di tengah-tengah atau jarak tertentu.

Sudah dapat tips, kan? Jadi jangan lupa terapkan di kepenulisan sehari-hari, ya. Dijamin ini akan upgrade hasil tulisan Sobat jadi oke banget, deh. Sampai jumpa di Nulispedia berikutnya!


Penulis: Adelia Leony A. & Ariel Al Farizi