Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya di musim menjelang ujian ini? Semoga selalu dalam keadaan baik ya, Sobat. Kembali lagi bersama Nulispedia dengan topik yang pastinya menarik dan bermanfaat untuk Sobat sekalian!

Media Kreatif dan Aplikatif Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Medkraf BEM Unsoed) secara eksklusif menyajikan Nulispedia sebagai ajang berbagi kepada Sobat Gensoed semua tentang bahasa Indonesia dan tata bahasanya. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Kalian tahu tidak, biasanya kalau menyebut jenis bunga, kalian tidak akan pakai kata “bunga” di depannya. Contohnya, kalau menyebut kata “mawar”, dalam pikiran kalian sudah terlintas bunga berwarna merah yang berduri. Itu adalah salah satu contoh dari penggunaan Hipernim dan Hiponim, nih, Sobat!

Hipernim dan Hiponim? Apa tuh, Min?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Hipernim adalah kata yang memiliki makna lebih luas dan meliputi makna dari beberapa kata yang lebih khusus. Sementara itu, Hiponim adalah kata yang memiliki makna yang lebih sempit dan terliput makna dari satu kata yang lebih umum. Secara singkat, hipernim merupakan suatu kategori, dan anggota dari kategori tersebut adalah hiponim.

Lebih simpelnya, kita gunakan contoh saja. Hipernim dari mawar, melati, dan anggrek adalah bunga. Hiponim dari bunga adalah mawar, melati, dan anggrek. Nah, biasanya jika sudah menggunakan hipernim, orang-orang cenderung tidak menggunakan hiponimnya. Hal ini dikarenakan, tanpa hiponim pun seharusnya orang-orang paham akan konteks yang sedang dibicarakan. Misalnya, jika kita membicarakan lele yang hipernimnya adalah ikan, tidak mungkin yang terpikirkan adalah lele sebagai bunga ataupun warna.

Fungsi dari Hipernim dan Hiponim ini apa, sih, Min?

Hipernim dan Hiponim ini digunakan untuk mengelompokkan kata, Sobat. Nah, jika suatu hiponim memiliki relasi dan makna yang sama, disebut sebagai kohiponim. Contohnya adalah mawar dan anggrek merupakan kohiponim karena memiliki hipernim yang sama yaitu “bunga”.

Contoh lain dari Hipernim dan Hiponim ini ada banyak, lho, Sobat! Yuk, kita simak.

  1. Hipernim dari ayam, bebek, dan dara adalah unggas.
  2. Hipernim dari pantofel, high heels, dan flat shoes adalah alas kaki.
  3. Hipernim dari kucing, kelinci, dan anjing adalah hewan peliharaan.
  4. Hiponim dari tas adalah backpack, sling bag, dan tote bag.
  5. Hiponim dari kucing adalah Anggora, Persia, dan Sphynx.
  6. Hiponim dari buah adalah mangga, jeruk, dan apel.

Nah, sekarang sobat sudah tahu tentang Hipernim dan Hiponim, kan? Jangan sampai ketukar, lho. Sampai jumpa di Nulispedia selanjutnya!