Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya menjelang liburan? Semoga kalian semua tetap sehat dan semangat, ya! Kembali lagi bersama Nulispedia, wadah belajar ringan, tetapi bermanfaat seputar bahasa Indonesia dan tata bahasanya.
Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~
Pernah enggak, sih, Sobat menggunakan kata-kata, seperti “komputer,” “mall,” atau “es krim” dalam sehari-hari? Kata-kata itu disebut kata serapan, lho. Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang kata serapan, proses penyerapannya, dan asal bahasanya, nih, Sobat!
Kata serapan itu seperti apa ya, Min? Kok kayak pernah dengar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing yang dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan, pelafalan, atau bentuk sesuai kaidah bahasa Indonesia. Nah, jadi kata serapan itu adalah kata bahasa asing yang diserap ke bahasa Indonesia, nih, Sobat!
Kira-kira, Sobat tahu enggak bagaimana proses penyerapannya? Sini Mimin kasih tahu.
Proses penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia umumnya dilakukan melalui beberapa cara. Yuk, kita lihat!
- Adopsi: Kata diserap langsung tanpa perubahan.
Contoh: video dan hotel - Adaptasi: Kata diserap dengan penyesuaian ejaan dan pelafalan.
Contoh: computer → komputer, philosophy → filsafat - Penerjemahan (kalka): Makna dari kata asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Contoh: skyscraper → gedung pencakar langit - Kreasi: Pengambilan makna atau gagasan dari istilah dalam bahasa asing dan mengungkapkannya dalam bahasa Indonesia tanpa meniru bentuk atau jumlah kata aslinya.
Contoh: Spare parts → suku cadang
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang melalui pengaruh banyak bahasa lain. Seiring waktu, kita menyerap berbagai kata dari bahasa daerah hingga bahasa asing. Lalu, dari mana saja, sih, sebenarnya kata serapan itu berasal, Min?
- Sanskerta → digunakan sejak masa kerajaan Hindu-Buddha
Contoh: bahasa, raja, dan agama - Arab → masuk melalui pengaruh agama Islam dan budaya Melayu
Contoh: zakat, iman, dan akhirat - Belanda → sangat dominan pada masa penjajahan dan bidang administrasi
Contoh: kantor, faktor, dan dokter - Inggris → banyak digunakan dalam bidang teknologi dan komunikasi modern
Contoh: internet, akses, dan komputer - Portugis → masuk melalui perdagangan dan interaksi budaya
Contoh: meja, gereja, dan mentega - Bahasa lain seperti Cina, Jepang, dan Hindi juga memberi kontribusi
Contoh: teko (Cina), wasabi (Jepang), dan karma (Hindi)
Nah, Sobat Gensoed, sekarang sudah paham kan apa itu kata serapan, bagaimana prosesnya, dan asal bahasanya? Kata-kata serapan ini membuat bahasa Indonesia semakin kaya dan dinamis, lho. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan Sobat. Sampai jumpa di Nulispedia selanjutnya! Tetap semangat belajar, ya!