Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana awal semester perkuliahannya? Semoga selalu lancar ya, Sobat! Nulispedia kembali hadir membawakan materi yang dijamin membantu penugasan kalian, nih! Materi kali ini mengenai struktur karya ilmiah dan esai.

Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Kalian masih suka joki buat ngerjain karya ilmiah dan esai? Berhenti, jangan lanjyuutt! Stop sampai di sini. Sini deh, Mimin kasih tahu struktur kepenulisannya.

Nah, begini struktur karya ilmiah yang bisa Sobat ikuti dengan 8 step yang Mimin kasih, dijamin bakal guampang pwol! Simak, ikuti, dan jangan lupa terapkan ya, Sobat.

  1. Halaman Judul: Cari judul yang spesifik dan buat semenarik mungkin ya, Sobat.
  2. Abstrak: Abstrak di sini diartikan sebagai ringkasan yang Sobat buat dari keseluruhan materi.
  3. Pendahuluan: Pendahuluan ini terletak pada baris paling awal materi yang terdiri atas 4 subbab. Ada apa saja, Min? Ada latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Singkatnya, latar belakang adalah penjelasan singkat tentang pertanyaan, rumusan masalah sendiri berupa pertanyaan kritis berdasarkan pernyataan umum, selanjutnya ada tujuan penelitian berupa uraian singkat mengenai tujuan apa yang ingin dicapai, dan terakhir Sobat bisa uraikan tentang keunggulan serta kontribusi dari hasil penelitian karya ilmiah.
  4. Kerangka Teori: Kerangka teori dikatakan sebagai teori dasar dan asumsi untuk menjelaskan karya ilmiah, lho, Sobat. Kerangka teori terbagi menjadi 2, yaitu landasan teori dan hipotesis penelitian. Jangan bingung ya, Sobat! Landasan teori berperan sebagai dasar dari karya ilmiah dan hipotesis penelitian atau dugaan sementara.
  5. Metode Penelitian: Nah, setelah itu kita perlu menentukan metode penelitian. Metode penelitian terdiri dari metode kualitatif dan kuantitatif. Apa, sih, bedanya, Min? Gampang, Sobat! Metode kualitatif, inget kata kualitas ya, Sobat berarti mengarah pada kualitas fenomena sosial, sedangkan metode kuantitantif adalah kuantitas yang artinya berhubungan dengan angka.
  6. Pembahasan Penelitian: Seperti namanya, Sobat. Pembahasan isinya selalu menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah.
  7. Penutup: Sobat bisa ungkapkan penutup berupa sebuah kesimpulan dari penelitian tersebut.
  8. Daftar Pustaka: Jangan lupa, nih! Masukkan seluruh sumber referensi dalam daftar pustaka agar karya ilmiah Sobat semakin kredibel

Sementara, untuk struktur kepenulisan esai juga enggak kalah mudah, lho, Sobat!

  1. Tentukan Judul: Sobat harus pasti tahu judul dan tema apa untuk membuat esai, ya!
  2. Pendahuluan: Lalu, Sobat bisa membuat penjelasan singkat yang meliputi latar belakang, penjelasan mengenai judul yang dipilih, dan permasalahan yang akan dibahas.
  3. Isi: Sobat bisa mulai menjelaskan judul atau topik yang akan dibahas dengan sertakan permasalahan dan solusi terkait topik yang dibawakan secara terperinci.
  4. Penutup: Struktur terakhir terdiri dari penutup yang berisi kesimpulan dari materi yang sudah Sobat buat, nih! Lalu … selesai, deh!

Bagaimana, Sobat? Mudah banget, kan. Sekarang Sobat sudah tahu bagaimana struktur dari karya ilmiah dan esai yang kerap menjadi tugas harian kuliah. Penting bagi para mahasiswa untuk mengetahui struktur ini, lho! Mulai sekarang, stop pakai joki buat ngerjain tugas Sobat, ya!


Aura Iklasia Pasha R. & Iges Tahtia Wardani