Category: Tak Berkategori

Sinergi Mahasiswa Membangun Desa

Posted: 1 November 2016
Comments: 0

img_7845-fileminimizer

Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang belajar di perguruan tinggi untuk menggapai cita-citanya. Di pundak merekalah masyarakat menaruh harapan tinggi agar mengimplementasikan ilmu yang didapat di perkuliahan untuk membawa masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pun, salah satu poinnya adalah pengabdian masyarakat. Namun, jurang pemisah antara mahasiswa dengan masyarakat sangat terasa. Seringkali mahasiswa terlalu sibuk dengan urusannya tetapi melupakan kehadiran dari masyarakat.


Menanggapi permasalahan di atas, BEM Universitas Jenderal Soedirman 2016 Kabinet Melesat melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat mengadakan kegiatan “Unsoed Bali Ndeso” dengan mengangkat tema: “Sinergi Mahasiswa Membangun Desa.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28, 29, 30 oktober 2016 bertempat di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kec. Cilongok. Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari berbagai macam fakultas di Unsoed diminta untuk mengikuti keseharian dari warga desa dan merasakan bagaimana menjalani kehidupan di desa.

Kegiatan dimulai pada Jumat, 28 Oktober 2016 dengan dibukanya kegiatan oleh Kepala Desa Gununglurah yang kemudian dilanjut pengenalan tentang kondisi dan profil desa oleh Kepala Desa beserta perangkatnya. Setelah itu peserta diarahkan untuk menginap di rumah warga Dusun Pesawahan. Keesokan harinya, Sabtu pagi peserta mengikuti kegiatan pejarjaan sehari-hari dari induk semangnya. Ada yang menanam padi, memanen kapulaga, ada pula yang ‘ngarit’ atau mencari rumput untuk pakan ternak. Saat siangnya peserta berlatih membuat kerajinan tangan di rumah pembuat kerajinan ‘Cething’ atau anyaman bambu yang ada di Dusun Pesawahan.

img_7763-fileminimizerMenginjak waktu sore hari, peserta yang sudah terbagi menjadi beberapa kelompok melakukan “Creative Time.” Peserta dibebaskan melakukan kegiatan se-kreatif mungkin dimana sasarannya adalah anak-anak kecil di Dusun Pesawahan. Mulai dari mengajarkan bahasa inggris, menjelaskan makanan empat sehat lima sempurna, sampai cara mencuci tangan yang benar merupakan topik yang dipilih oleh masing-masing kelompok peserta. Kemudian, guyuran hujan di Sabtu malam tak menyurutkan semangat dari peserta untuk melaksanakan kegiatan panggung seni. Masing-masing kelompok peserta melakukan penampilan hiburan secara bergantian di panggung. Di panggung seni ini, tampil pula penampilan “Hadroh” atau sholawat rebana yang dibawakan oleh grup asli dari dusun setempat.


Aktivitas pada hari terakhir, Minggu dimulai dengan mengikuti kerja bakti bersama warga untuk membersihkan sampah dan rumput liar di lingkungan dusun. Selanjutnya masing-masing peserta melakukan penanaman pohon berupa pohon Albasia di lingkungan Dusun Pesawahan. Rangkaian kegiatan “Unsoed Bali Ndeso” inipun ditutup pada Minggu siang sembari memberikan kenang-kenangan kepada pemerintah desa setempat.

Semoga dengan kegiatan ini, jiwa sosial dan kepekaan terhadap masyarakat khususnya bagi peserta dapat meningkat dan mau melakukan aksi nyata agar mengatasi problematika yang ada di masyarakat.

1477865992916-fileminimizer
#KementrianPengabdianMasyarakat
#BEMUNSOED2016
#KabinetMelesat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.