Halo, Sobat Gensoed! 

Pekan ini, berbagai kabar hadir silih berganti. Ada yang bikin penasaran, ada yang perlu jadi perhatian, dan ada pula yang mungkin cukup dekat dengan keseharian Sobat. Nah, daripada cuma dengar selintas saja, yuk, cari tahu lebih lengkap apa saja yang terjadi selama sepekan terakhir dalam Weekly Report! 


Salah Bicara Bisa Bahaya, Prabowo Singgung Isu Nuklir di Forum Nasional

(Sumber: suara.com)

Momen pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memicu perhatian publik hingga Iran membuka suara lho, Sob. Peristiwa ini berlangsung dalam pertemuan Presiden Prabowo bersama jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) seluruh Indonesia pada hari Jumat (31/07) di Istana Negara yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden. 

Memang pidatonya tentang apa, sih? 

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan kompleksitas atas ketegangan geopolitik saat ini, termasuk risiko efek domino apabila suatu negara di Timur Tengah terkonfirmasi mengembangkan persenjataan atom. Bahkan, Prabowo juga menyinggung perihal informasi terkait status kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (Uni Emirat Arab) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir,” ujar Prabowo dalam pertemuan tersebut. Belum lama setelah pernyataan tersebut terucap, transmisi audio pidato langsung terputus seiring dengan munculnya tayangan iklan.

Lho, kenapa tiba-tiba dipotong, ya?

Publik mempertanyakan faktor kejanggalan senyapnya siaran resmi tersebut tepat ketika topik menyentuh isu keamanan internasional yang memiliki tingkat sensitivitas diplomatik tinggi. Video siaran ini sempat menghilang dari pencarian, lalu bisa diakses kembali. Akan tetapi, segmen pidato yang memuat pernyataan Presiden mengenai isu senjata nuklir di Timur Tengah tidak lagi ditemukan dalam unggahan ulang tersebut. Hingga hari Sabtu (08/08), pihak istana belum memberikan keterangan resmi terkait potongan siaran tersebut.

Waduh … terus bagaimana respon dari Iran, Min? 

Melalui akun resmi X (Twitter) Kedutaan Besar Iran di Indonesia, @IraninIndonesia, pada hari Minggu (02/08) pemerintah Iran menjelaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah memiliki maupun mengejar kepemilikan senjata nuklir. Iran juga menyatakan bahwa seluruh aktivitas nuklirnya berada di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA) atau Badan Energi Atom Internasional dan menjalankan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai sesuai dengan hukum internasional. 

Nah, Sob, dalam konteks ini, istilah-istilah yang diucapkan dari podium kepresidenan mempunyai makna yang melampaui opini pribadi. Bahkan, dapat dibaca sebagai sinyal mengenai cara Indonesia memandang suatu persoalan internasional. Oleh karena itu, pilihan bahasa seorang kepala negara dapat mempengaruhi cara mitra internasional membaca posisi Indonesia.

Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi, ya, Sob.


Terancam Berhenti Beroperasi! Pemkab Banyumas Upayakan Keberlanjutan Trans Banyumas

(Sumber: regional.kompas.com)

Aduh, khawatir banget! Operasi Bus Trans Banyumas terancam terhenti akibat dari kurangnya dana subsidi. Pada hari Rabu (05/08) Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas sedang tidak baik-baik saja. Apabila tidak ada kepastian pembiayaan, subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya mampu menopang biaya operasional Trans Banyumas sampai 28 Agustus 2026, lho!

Eh, kok, bisa subsidinya kurang?

Awalnya, subsidi operasional Trans Banyumas ditanggung sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, setelah subsidi tersebut dihentikan, pembiayaannya diambil alih pemkab. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, biaya operasional yang diperlukan hingga akhir tahun ini diperkirakan senilai Rp15 miliar, Sob. 

Sedih banget … padahal butuh Trans Banyumas buat kesana kemari….

Betul sekali, Sobat! Bupati Banyumas juga menyadari keberadaan Trans Banyumas sangat dibutuhkan masyarakat sebagai layanan transportasi publik yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, Pemkab Banyumas berkomitmen untuk menjaga keberlanjutannya dengan menyiapkan beberapa upaya mengurangi beban subsidi. Misalnya, mengoptimalkan pendapatan non-tarif melalui pemanfaatan ruang iklan pada armada Trans Banyumas.

Semoga upaya ini bisa menjadi solusi keberlanjutan Trans Banyumas supaya Mimin dan Sobat semua bisa keliling Banyumas terus!


Dari Dongeng ke Karakter: Unsoed Perkuat Identitas Budaya Anak Migran Indonesia

(Sumber: unsoed.ac.id)

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Semenanjung Malaysia pada bulan Juli 2026. Program yang diikuti 20 mahasiswa ini mengusung misi pengenalan budaya Nusantara sekaligus penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi anak-anak migran Indonesia, lho, Sob!

Rangkaian kegiatannya dikemas seperti apa, sih, Min? 

Mahasiswa ditempatkan di sepuluh Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di Semenanjung Malaysia. Salah satu metode utamanya adalah storytelling dongeng rakyat Nusantara. Misalnya, melalui kisah Malin Kundang, anak-anak diajak memahami pentingnya menghormati orangtua. Nilai-nilai ini diperkuat melalui permainan edukatif agar belajar terasa lebih menyenangkan. 

Wah, asyik banget! Kenapa, sih, dongeng dipilih sebagai metodenya? 

Ketua tim pendamping dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Linda Susana, menjelaskan bahwa pendekatan budaya ini dipilih karena efektif mengenalkan identitas bangsa kepada anak-anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri. Menurutnya, cerita rakyat merupakan media yang dekat dengan kehidupan anak sehingga dongeng dan permainan edukatif menjadi cara menyenangkan untuk menanamkan nilai karakter sekaligus menjaga kedekatan mereka dengan akar budaya sendiri. 

Lalu, apakah hasil kegiatan ini bakal berhenti sampai di sini saja? 

Enggak, dong, Sob! Hasil program ini rencananya akan dikembangkan lebih lanjut menjadi karya tulis ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik Unsoed. Menariknya lagi, KKN Internasional Unsoed di tahun 2026 enggak cuma digelar di Malaysia. Mahasiswa Unsoed juga diberangkatkan untuk mengabdi di Thailand, Vietnam, dan Tiongkok sebagai bagian dari upaya memperluas kiprah di kancah global.

Semoga langkah ini menumbuhkan kecintaan generasi muda Indonesia terhadap budaya Nusantara di mana pun mereka berada, ya, Sob!


Penulis: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa & Maya Widya Hapsari